James F. Sundah Meninggal Dunia Setelah Berjuang Melawan Kanker Paru

James F. Sundah

Sinar Jiwa – Dunia musik Indonesia kehilangan salah satu sosok pentingnya setelah musisi senior James F. Sundah meninggal dunia di New York, Amerika Serikat, Kamis 7 Mei 2026 waktu setempat. Pencipta lagu legendaris “Lilin-Lilin Kecil” itu wafat pada usia 70 tahun setelah menjalani perjuangan panjang melawan kanker paru-paru.

Kabar duka tersebut disampaikan langsung melalui akun Instagram James F. Sundah dan sang istri, Lia Sundah. Dalam unggahan itu, keluarga menyebut James meninggal dunia dengan tenang pada pukul 11.28 pagi waktu New York.

“Dengan duka cita dan cinta yang mendalam, kami mengumumkan meninggalnya James F. Sundah, suami, ayah, sahabat, dan penulis lagu Indonesia yang tercinta,” tulis keluarga dalam unggahan tersebut.

Kepergian James tidak hanya meninggalkan kesedihan bagi keluarga dan sahabat, tetapi juga bagi dunia musik Indonesia yang selama puluhan tahun mengenal karya-karyanya.

Perjalanan James F. Sundah Melawan Kanker Paru-Paru

Sebelum meninggal dunia, James diketahui menjalani perawatan intensif di Amerika Serikat. Ia telah berjuang melawan kanker paru-paru selama kurang lebih dua tahun terakhir.

Dalam perkembangan kesehatannya, kondisi James disebut beberapa kali mengalami penurunan. Meski begitu, dukungan dari keluarga, sahabat, dan rekan musisi terus mengalir selama masa pengobatan berlangsung.

Beberapa waktu lalu, sahabat dan kerabat bahkan sempat mengadakan doa bersama untuk kesembuhan James F. Sundah. Acara tersebut digelar sebagai bentuk dukungan moral terhadap musisi yang dikenal memiliki pengaruh besar di industri musik nasional.

Di sisi lain, keluarga memilih tetap mendampingi James selama menjalani proses pengobatan di New York. Bersama istrinya, Lia Sundah, James memang telah lama menetap di Amerika Serikat.

Yang menarik, meski berada dalam kondisi sakit, nama James tetap menjadi perhatian publik Indonesia. Banyak musisi dan pencinta musik mengenang karya-karyanya yang dinilai memiliki kedalaman makna serta karakter kuat.

James F. Sundah Meninggal
James F. Sundah Meninggal

Lagu Lilin-Lilin Kecil Jadi Warisan James F. Sundah

Nama James F. Sundah mulai dikenal luas pada 1977 melalui lagu “Lilin-Lilin Kecil”. Lagu tersebut kemudian dipopulerkan oleh Chrisye dan menjadi salah satu karya musik paling berpengaruh dalam sejarah musik Indonesia.

Dalam praktiknya, lagu itu tidak hanya dikenal sebagai karya populer, tetapi juga memiliki pesan kemanusiaan yang kuat. Hingga kini, “Lilin-Lilin Kecil” masih sering diputar dalam berbagai momen penting di Indonesia.

Selain dikenal sebagai pencipta lagu, James juga aktif sebagai komposer dan musisi. Ia dianggap sebagai salah satu figur penting yang membentuk perkembangan musik pop Indonesia lintas generasi.

Tak hanya itu, James dikenal konsisten memperjuangkan hak-hak pencipta lagu di Indonesia. Ia beberapa kali menyuarakan pentingnya perlindungan hak cipta dan penghargaan terhadap karya musisi.

“Sepanjang hidupnya, James tanpa lelah memperjuangkan hak-hak musisi dan pengakuan Undang-Undang Hak Cipta bagi penulis lagu dan pencipta di Indonesia,” tulis keluarga dalam pengumuman duka tersebut.

Pesan Terakhir James F. Sundah Jadi Sorotan

Dalam unggahan keluarga, terdapat pesan yang kemudian banyak dibagikan kembali oleh warganet dan pelaku industri musik Indonesia.

“Semoga kita masing-masing menjadi lilin kecil yang membawa cahaya, harapan, kebaikan, dan cinta sehingga bersama-sama, kita dapat menerangi dunia,” demikian pesan yang disampaikan keluarga.

Pesan tersebut dinilai mencerminkan perjalanan hidup James F. Sundah yang selama ini dikenal dekat dengan nilai kemanusiaan dan dedikasi terhadap dunia seni.

Di waktu bersamaan, ucapan belasungkawa terus berdatangan dari berbagai kalangan. Banyak musisi menyebut James sebagai sosok yang tidak hanya melahirkan karya besar, tetapi juga memberi pengaruh terhadap perjuangan hak kreator musik di Indonesia.

Kepergian James F. Sundah kini meninggalkan jejak panjang di industri musik nasional melalui karya, pemikiran, dan perjuangannya selama puluhan tahun.