Kesehatan

Obat Tetes Mata Kabut Asap: Ketika Perih, Pelajari Fungsinya

obat tetes mata kabut asap
obat tetes mata kabut asap

Warga yang beraktivitas di tengah kabut asap Oktober 2026 mengerjap menahan perih dan bertanya soal obat tetes mata kabut asap. Dokter menyarankan kehati-hatian karena setiap obat tetes memiliki fungsi berbeda bagi mata yang teriritasi.

Rasa perih di mata sering datang tanpa aba-aba. Setelah beberapa jam di luar rumah, mata terasa panas, berair, dan seperti kemasukan debu. Banyak orang lalu meraih botol obat tetes mata di tas atau laci, berharap lega datang dalam hitungan detik.

Asap Karhutla dan Permukaan Mata yang Rentan

Asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak hanya membawa partikel halus. Berbagai zat pengiritasi mata ikut terbawa di dalamnya. Permukaan mata terus bersentuhan dengan udara luar, sehingga mudah terpapar polutan.

Ulasan di jurnal Environmental Pollution mencatat iritasi mata sebagai salah satu keluhan yang paling sering dilaporkan akibat paparan asap kebakaran. Polusi udara juga dapat memicu proses peradangan pada permukaan mata.

Paparan polusi pun dikaitkan dengan gangguan mata kering dan konjungtivitis. Konjungtivitis adalah peradangan pada konjungtiva, yakni selaput yang melapisi bagian putih mata dan bagian dalam kelopak mata. Gejalanya bisa berupa mata perih, kering, kemerahan, berair, atau terasa seperti ada benda asing.

Dokter Diska dari RS M Djamil memaparkan hal serupa dalam edukasi yang terbit pada 26 September 2026. Menurut dia, partikel dan gas kabut asap dapat langsung menempel pada lapisan air mata. Kondisi itu dapat memicu mata kering serta peradangan pada kornea dan konjungtiva, sehingga mata menjadi merah, perih, panas, dan berair.

Obat Tetes Mata Kabut Asap: Pilih yang Tepat

Untuk iritasi ringan, obat tetes mata pelumas atau air mata buatan (artificial tears) dapat membantu menjaga kelembapan dan mengurangi gesekan. Jurnal Clinical Optometry menyebut obat tetes pelumas punya bukti manfaat untuk meredakan gejala mata kering. Meski begitu, obat tetes mata tidak otomatis berfungsi sama.

Cairan yang sama-sama diteteskan ke mata ternyata punya kandungan dan fungsi berbeda. Sebagian produk melumasi mata, sebagian lain ditujukan untuk alergi, infeksi, atau peradangan. Masing-masing jenis punya indikasi tersendiri.

Obat tetes yang mengandung antibiotik, antihistamin, atau kortikosteroid tidak boleh digunakan sembarangan hanya karena mata terasa perih. Bahan pengawet tertentu juga berpotensi merugikan permukaan mata, terutama bila dipakai berulang dalam jangka panjang. Karena itu, orang yang perlu meneteskan obat berkali-kali sebaiknya memeriksa kandungan produk.

Diska mengingatkan masyarakat agar berhati-hati memilih tetes mata. Penggunaan tetes pereda mata merah secara terus-menerus tidak dianjurkan tanpa arahan tenaga medis. Halodoc juga menyebut tetes mata bebas dapat membantu meredakan iritasi ringan dan mata kering. Namun, bila keluhan tak kunjung reda, pasien sebaiknya berdiskusi dengan dokter.

Jadi, jika keluhan muncul saat kabut asap masih menyelimuti, sebaiknya jangan langsung meneteskan obat tanpa anjuran tenaga medis.

Pertolongan Pertama saat Mata Terasa Perih

Ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan di rumah untuk mengurangi iritasi. Pertama, jangan mengucek mata. Menggosok mata dapat memperparah iritasi, terutama bila ada partikel yang menempel.

Kedua, bilas mata yang terkena partikel dengan air bersih mengalir atau larutan saline steril yang sesuai untuk mata. Jangan memakai cairan yang tidak ditujukan untuk mata.

Ketiga, perhatikan tanda bahaya. Segera cari pertolongan medis bila muncul nyeri berat, gangguan penglihatan, atau sensitivitas berlebihan terhadap cahaya. Keluhan yang tidak membaik setelah Anda menjauh dari paparan dan melakukan pertolongan awal juga perlu diperiksa.

Kelompok yang Perlu Lebih Waspada

Sejumlah kelompok masyarakat lebih berisiko mengalami iritasi mata akibat kabut asap, menurut Diska. Pasien yang baru menjalani operasi mata atau memiliki luka pada mata sebaiknya segera diperiksa bila bergejala setelah terpapar asap.

Bagi warga yang tak bisa menghindari kabut asap, rasa perih di mata memang mengganggu pekerjaan dan kenyamanan sehari-hari. Obat tetes mata dapat membantu meredakan iritasi ringan, tetapi pemilihan produk yang tepat menentukan keamanannya. Karena itu, kenali gejala, lakukan pertolongan pertama dengan benar, dan temui tenaga medis bila keluhan berlanjut.