sinarjiwa.id – Libur Imlek BEI pada 16–17 Februari 2026 membuat aktivitas perdagangan saham berhenti sementara dan menyisakan hanya 18 hari bursa sepanjang Februari. Bursa Efek Indonesia menutup perdagangan selama dua hari dalam rangka cuti bersama dan perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili. Perdagangan kembali dibuka pada Rabu, 18 Februari 2026. Momentum ini terjadi saat IHSG bergerak fluktuatif dan investor cenderung berhati-hati.
Mengacu pada laman resmi BEI, Senin, (16/2/2026), hari pertama libur jatuh pada 16 Februari 2026 sebagai cuti bersama. Selanjutnya, 17 Februari 2026 diperingati sebagai Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili. Artinya, sepanjang Februari 2026 hanya terdapat 18 hari efektif perdagangan.
Ritme Perdagangan Berubah Jelang Libur Imlek
Sehari sebelum penutupan, IHSG turun 0,64% ke level 8.212 pada perdagangan Jumat (13/2/2026). Nilai transaksi mencapai Rp24,41 triliun. Sebanyak 408 saham melemah, 267 menguat, dan 148 stagnan.
Tim Riset Sinarmas Sekuritas menyebut, “Pelaku pasar cenderung risk off jelang libur imlek pekan depan. Pelemahan IHSG dibebani oleh saham BBCA, TLKM, dan BREN,.” Tekanan terbesar datang dari sektor infrastruktur dan basic industri yang masing-masing turun 1,23% dan 1,06%.
Sementara itu, Bursa Asia juga melemah. Shanghai Composite turun 1,3%. Hang Seng terkoreksi 1,7%. Nikkei 225 turun 1,2%. Sentimen global bergerak searah dengan sikap hati-hati pelaku pasar domestik.
Fluktuasi Data dan Respons Investor
Secara mingguan, IHSG sebelumnya sempat tersungkur 4,73% ke 7.935,26 pada periode 2–6 Februari 2026. Kapitalisasi pasar turun menjadi Rp14.314 triliun. Rata-rata nilai transaksi harian susut 43,45% menjadi Rp24,75 triliun.
Namun pada pekan berikutnya, IHSG sepekan naik 3,49% ke 8.212,27. Kapitalisasi pasar menguat 3,83% menjadi Rp14.889 triliun. Meski begitu, investor asing membukukan aksi jual Rp5,47 triliun.
Di sisi lain, analis PT MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan, “Untuk sentimen, kami perkirakan investor akan menanti BI rate yang akan diumumkan pada Kamis, serta masih akan dipengaruhi oleh pergerakan harga komoditas,.” Ia memperkirakan IHSG bergerak di support 8.132 dan resistance 8.265.
Dalam praktiknya, Libur Imlek BEI tidak hanya mengurangi hari perdagangan. Jeda dua hari ini juga mempengaruhi ritme transaksi dan sikap pelaku pasar. Sebagian memilih mengurangi eksposur. Sebagian lain menunggu kepastian arah suku bunga.
Perdagangan akan kembali normal pada 18 Februari 2026.
