Mancanegara

Tanker Keempat Terbakar di Selat Hormuz, Pasar Minyak Cemas

tanker keempat terbakar di Selat Hormuz
tanker keempat terbakar di Selat Hormuz

Angkatan Laut Garda Revolusi Iran (IRGC) menyatakan tanker keempat terbakar di Selat Hormuz setelah menabrak ranjau, Jumat (30/10/2026). Kapal bermuatan lebih dari 2 juta barel minyak mentah itu, kata IRGC, menempuh jalur selatan terlarang; klaim belum terverifikasi.

Pejabat humas Angkatan Laut IRGC merilis pernyataan itu, dan Anadolu Agency meneruskannya pada Sabtu (31/10/2026). IRGC menyebut kapal tersebut mengabaikan peringatan radio berulang kali agar tidak memakai jalur selatan.

Tanker Keempat Terbakar di Selat Hormuz: Klaim IRGC dan Celah Informasi

Menurut IRGC, insiden ini menjadi kebakaran tanker keempat di selat itu sejak awal Jumat. Otoritas Iran tidak merinci nama kapal, bendera, maupun pemiliknya. Bisnisterkini mencatat belum ada konfirmasi dari operator kapal atau lembaga pemantau pelayaran internasional.

Televisi pemerintah Iran menayangkan rekaman militer yang disebut memperlihatkan ledakan itu, menurut laporan Nukta. Kami belum menemukan verifikasi independen atas rekaman tersebut.

Badan keamanan maritim Inggris, UKMTO, melaporkan sebuah kapal terkena proyektil tak dikenal sekitar 40 mil laut selatan Pulau Lavan, Iran. Sejumlah media lain menulis kapal terkena alat peledak yang dipasang dari perahu kecil. Anadolu menyebut belum jelas apakah laporan UKMTO menyangkut kapal yang sama dengan klaim IRGC.

Nasib Awak Kapal Belum Terjawab

Di sisi lain, Angkatan Laut Kerajaan Oman mengevakuasi 25 awak dari tanker yang terbakar di lepas pesisir Musandam, Jumat (30/10/2026). Kapal itu berada sekitar 1,6 mil laut dari daratan. Tim medis di darat menangani seluruh pelaut itu, menurut otoritas maritim Oman yang dikutip Nukta. Laporan tersebut belum menegaskan apakah kapal itu sama dengan tanker keempat versi IRGC.

Nasib para pelaut menjadi pertanyaan paling mendesak. IRGC tidak menyebut korban, dan tidak ada keterangan resmi soal kondisi awak kapal lain. Meski begitu, IRGC menegaskan kapal yang mematikan transponder radar atau sistem identifikasi otomatis (AIS) menanggung penuh tanggung jawab hukum.

Harga Minyak Melonjak, Pasar Bersiap Menghadapi Eskalasi

Pasar langsung bereaksi. Brent kontrak Desember ditutup naik 2,4 persen ke US$117,64 per barel pada Jumat, level tertinggi sejak akhir April. Data itu bersumber dari CNBC, seperti dikutip Liputan6. Sepanjang Oktober, Brent melonjak 13,6 persen dan WTI naik 15,2 persen, merujuk laporan Investortrust.

Saul Kavonic, kepala riset energi MST Marquee, menilai "aksi kinetik yang terus berlanjut" menjaga harga tetap tinggi. Ia merujuk keraguan atas jalur diplomatik yang layak, seperti dikutip Kontan. Saxo Bank memperkirakan minyak bergerak di kisaran US$70–90 per barel setelah konflik berakhir. Sebelum perang, kisarannya US$60–70.

Selat Hormuz menjadi pintu keluar-masuk sekitar seperlima pasokan minyak dunia. Karena itu, gangguan kecil pun cepat mengguncang harga.

Saling Bantah AS dan Iran Jelang Pemilu Paruh Waktu

Washington dan Teheran saling membantah soal kondisi selat. Sehari sebelumnya, pasukan AS menyatakan jalur Hormuz aman, menurut BeInCrypto. Juru bicara IRGC Hossein Mohebi menuntut bukti independen. Ia menyebut realitas Hormuz ditentukan "di udara, di darat, dan di laut".

Presiden AS Donald Trump menuduh Iran mengarang laporan serangan dan ranjau lewat Truth Social pada Kamis (22/10/2026). IDN Times mengutip pernyataan itu dari Anadolu. Trump menyatakan selat aman karena dijaga CENTCOM. Iran justru mengklaim selat tetap tertutup sampai AS menerima seluruh syarat damai Teheran.

Ketegangan makin tinggi karena Kepala CENTCOM, Laksamana Brad Cooper, dilaporkan memberi pengarahan opsi militer kepada Trump. Pelaku pasar mengantisipasi kemungkinan serangan setelah pemilu paruh waktu AS pekan depan. Upaya diplomasi lewat mediator Qatar belum membuahkan kesepakatan. Perang AS-Israel melawan Iran sendiri berlangsung sejak Februari 2026.

Dampak bagi Indonesia

Bagi pembaca Indonesia, lonjakan harga minyak dapat menambah tekanan pada anggaran energi. Harga Minyak Mentah Indonesia (ICP) September 2026 tercatat US$112,81 per barel, menurut data ESDM yang dikutip Industry.co.id. Pemerintah menyatakan harga Pertalite Rp10.000 dan Biosolar Rp6.800 tetap hingga akhir 2026.

Ringkasan Fakta Kunci

  • Klaim IRGC: tanker keempat bermuatan lebih dari 2 juta barel terbakar setelah menabrak ranjau pada Jumat (30/10/2026).
  • Belum terverifikasi: identitas kapal, bendera, pemilik, dan jumlah korban.
  • Oman: 25 awak tanker terbakar dievakuasi dari lepas pantai Musandam.
  • Pasar: Brent ditutup US$117,64 per barel, tertinggi sejak akhir April.

Hingga Sabtu (31/10/2026), klaim IRGC soal tanker keempat terbakar di Selat Hormuz belum mendapat konfirmasi independen. Selama identitas kapal dan nasib awaknya belum jelas, pasar dan pelayaran dunia akan terus membaca setiap laporan dengan waspada. Kami akan memperbarui laporan ini seiring perkembangan terbaru.

Sumber: Anadolu Agency, Newsquawk, Nukta, BeInCrypto, Industry