Bupati Mirwan MS menetapkan tanggap darurat banjir Aceh Selatan selama 14 hari pada Sabtu (31/10/2026). Air Sungai Lae Soeraya meluap, merendam Gampong Cot Bayu dan Lhok Raya di Trumon Tengah, sehingga 112 warga mengungsi.
Mirwan mengambil keputusan itu setelah meninjau sejumlah titik banjir di Kecamatan Trumon Tengah pada Jumat (30/10/2026). Ia lebih dulu membaca seluruh laporan dari lapangan. Menurut ANTARA, langkah tersebut bertujuan mempercepat penanganan dan menyiapkan daerah menghadapi banjir susulan.
Prakiraan curah hujan tinggi dalam beberapa hari ke depan memicu kekhawatiran akan banjir susulan. Bupati lalu menginstruksikan seluruh jajaran dan satuan tugas penanggulangan bencana meningkatkan kesiapsiagaan. Selain itu, ia meminta warga di daerah rawan bencana tidak panik membeli kebutuhan pokok.
Mirwan mengingatkan agar masyarakat menjaga ketenangan di tengah situasi darurat. "Jangan sampai ada tindakan panik membeli yang hanya merugikan semua," ujarnya.
Dua Gampong Terendam, 112 Warga Mengungsi
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Selatan mencatat 112 jiwa mengungsi dari Gampong Cot Bayu dan Gampong Lhok Raya. Air merendam kedua gampong dengan ketinggian 30 hingga 60 sentimeter. Angka itu kira-kira setara betis hingga lutut orang dewasa.
Sebagian warga menumpang di posko pengungsian Kompi Brimob, Gampong Ie Jerineh. Yang lain bertahan di rumah kerabat. Keuchik Lhok Raya, Rasi Riadi, menyebut warga memilih menjauh karena takut banjir susulan datang.
Tanggul Sungai Lae Soeraya Roboh, Warga Berharap Perbaikan
Rasi Riadi menjelaskan bahwa banjir muncul setelah tanggul Sungai Lae Soeraya roboh. Luapan air kemudian menggenangi rumah-rumah penduduk. Ia meminta Pemkab membangun kembali tanggul sepanjang 210 meter yang runtuh itu.
ANTARA Aceh melaporkan harapan serupa dari sang keuchik saat Bupati menyerahkan bantuan di posko pengungsian. Warga kini menanti langkah nyata soal tanggul tersebut.
Bantuan Masa Panik dan Dapur Umum untuk Pengungsi
Pada Sabtu (31/10/2026), Mirwan menyerahkan bantuan masa panik kepada pengungsi di posko Kompi Brimob. Pemerintah daerah juga menyiapkan dapur umum di tenda pengungsian. Bupati menyebut bantuan itu "bentuk nyata kehadiran pemerintah daerah" bagi warga Lhok Raya dan Cot Bayu.
Ia sekaligus berdialog dengan warga terdampak. Mirwan mengimbau masyarakat tetap waspada karena cuaca ekstrem masih terjadi di beberapa wilayah Aceh Selatan.
Apa Arti Tanggap Darurat Banjir bagi Warga Terdampak
Tanggap darurat adalah tahap ketika pemerintah daerah memusatkan sumber daya untuk menyelamatkan warga dan memenuhi kebutuhan dasar. Pada tahap ini, posko, dapur umum, dan penyaluran bantuan menjadi prioritas. Kebutuhan makan dan tempat berteduh bagi pengungsi mendapat perhatian lebih dulu.
Masa 14 hari itu juga bisa dievaluasi sesuai kondisi lapangan. Pemprov Aceh pernah memperpanjang status tanggap darurat bencana hidrometeorologi dua kali pada 2025, menurut CNBC Indonesia. Sampai berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi soal perpanjangan untuk banjir kali ini.
Trumon Tengah Pernah Terendam Parah Sebelumnya
Banjir di wilayah ini bukan cerita baru. Pada Oktober 2024, Metro TV melaporkan banjir besar merendam ratusan rumah di Trumon Tengah, termasuk Desa Cot Bayu. Banjir kala itu disebut terparah dalam 15 tahun terakhir. Data sementara mencatat 1.699 kepala keluarga atau 6.085 jiwa terdampak.
Skalanya memang berbeda. Angka 6.085 jiwa pada 2024 menghitung warga terdampak, sedangkan 112 jiwa kali ini adalah warga yang mengungsi. Pada 24 November 2025, Mirwan kembali menetapkan tanggap darurat untuk banjir dan tanah longsor. Status itu berlaku 14 hari hingga 7 Desember 2025, menurut Faktakalbar.id. Riwayat tersebut membantu menjelaskan kecemasan warga setiap kali air naik.
Langkah yang Dianjurkan bagi Warga Selama Masa Darurat
Berdasarkan arahan Bupati, warga dapat memegang tiga hal berikut:
- Tetap tenang dan jangan membeli kebutuhan pokok secara berlebihan.
- Waspada terhadap cuaca ekstrem dan potensi banjir susulan.
- Manfaatkan posko pengungsian dan dapur umum yang pemerintah siapkan.
Status tanggap darurat memberi pemerintah ruang bergerak lebih cepat selama 14 hari ke depan. Bagi 112 warga di pengungsian, kepastian soal tanggul sepanjang 210 meter menjadi salah satu hal yang paling mereka nantikan. Hujan deras yang diprakirakan datang akan menentukan seberapa cepat mereka bisa pulang.