Bitcoin anjlok sekitar 2,7 persen pada Jumat, 30 Oktober 2026, setelah Binance mengonfirmasi insiden keamanan bernilai USD6,3 miliar. Bursa kripto terbesar dunia itu membekukan sekitar USD3 miliar aset dan menjanjikan menanggung seluruh kerugian nasabah.
Harga Bitcoin turun dari kisaran USD79.500 menjadi sekitar USD77.400 pada perdagangan Jumat. Penurunan tersebut mencapai sekitar 2,7 persen, sebelum sempat menyentuh titik terendah USD76.368 atau terendah dalam enam pekan. Data pasar yang dikutip CNBC dan Reuters menunjukkan tekanan jual terjadi cepat setelah pengumuman Binance.
Insiden ini dinilai sebagai peretasan kripto terbesar dalam sejarah. Binance menyatakan dana senilai USD6,3 miliar terdampak setelah penyerang mengirimkan penarikan tidak sah dari sistem bursa. Jumlah itu jauh melampaui peretasan Bybit tahun 2025 yang mencapai USD1,5 miliar.
Bitcoin Anjlok, Namun Jaringan Aman
Penurunan harga Bitcoin terjadi karena kepanikan pasar, bukan karena kerusakan pada jaringan Bitcoin. Binance menyatakan saldo nasabah tetap aman, sementara layanan penarikan dihentikan sementara untuk pemeriksaan keamanan.
Direktur strategi dan riset Bitcoin di OranjeBTC, Sam Callahan, menegaskan perbedaan penting tersebut. “Investor mengenali perbedaan penting: Bitcoin sendiri tidak diretas. Ini pelanggaran keamanan di bursa terpusat, bukan kegagalan jaringan Bitcoin,” ujarnya, seperti dikutip CNBC.
Investigasi awal Binance menduga pelaku memperoleh akses melalui laptop seorang insinyur DevOps yang telah dikompromikan. Dari sana, penyerang diduga masuk ke wadah layanan internal dan mengirimkan transaksi penarikan tanpa izin di beberapa jaringan blockchain.
Perusahaan intelijen blockchain TRM Labs mengaitkan serangan itu dengan kelompok peretas yang diduga berasal dari Korea Utara. Temuan tersebut masih memerlukan verifikasi lebih lanjut dari aparat penegak hukum dan pihak Binance.
Binance Bekukan USD3 Miliar Aset
Binance bekerja sama dengan mitra industri untuk melacak dan membekukan dana curian. Hingga Jumat, sekitar USD3 miliar aset berhasil dibekukan di rantai blockchain. Penerbit stablecoin turut bergerak cepat: Tether membekukan hampir USD1,57 miliar USDT, sementara Circle membekukan lebih dari USD800 juta USDC.
Co-founder Binance, Yi He, menyatakan perusahaan akan menanggung seluruh kerugian akibat peretasan. Binance juga dikabarkan telah menyiapkan dana internal sekitar USD6,34 miliar untuk menjamin pemulihan dana nasabah.
“Penarikan dana diharapkan dapat beroperasi kembali dalam waktu 48 jam,” kata Yi He dalam unggahan di X, seperti dilaporkan Reuters. Sementara itu, co-CEO Richard Teng menegaskan komitmen perusahaan untuk menutup seluruh kerugian dari dana perusahaan.
Dampak ke Pasar Kripto Global
Guncangan tidak hanya menimpa Bitcoin. Ethereum turun lebih dari 3 persen ke kisaran USD2.178, level terendah dalam dua bulan. Token BNB milik Binance terpukul lebih dalam dan sempat anjlok hampir 10 persen.
Data CoinDesk mencatat likuidasi posisi trading bernilai ratusan juta dolar dalam 24 jam. Bitcoin menyumbang likuidasi sekitar USD468 juta, sedangkan Ethereum mencapai USD358 juta. Angka ini menunjukkan banyak investor berleverase terpaksa menutup posisi saat harga bergerak tajam.
Analis kepala strategi aset digital Fundstrat, Sean Farrell, mengingatkan risiko sistemik bila kepercayaan nasabah terus menurun. “Kekhawatiran sistemik sesungguhnya adalah kekurangan aset nasabah yang memaksa Binance menjual cadangan, mempercepat penarikan, dan memicu siklus deleveraging di seluruh kripto,” ujarnya.
Bagi investor Indonesia, peristiwa ini menjadi pengingat bahwa risiko utama kripto sering berada pada platform penyimpanan dan pertukaran, bukan hanya pada pergerakan harga aset. Penyimpanan mandiri melalui dompet pribadi dapat mengurangi ketergantungan pada bursa, meski membawa tanggung jawab keamanan tersendiri.
Hingga Sabtu, 31 Oktober 2026, pasar mulai mencoba stabil. Namun, arah Bitcoin dalam beberapa hari ke depan masih bergantung pada keberhasilan Binance memulihkan dana, membuka kembali penarikan, serta memberikan kepastian mengenai penyebab lengkap serangan tersebut.