"Sampai rilis ini dibuat, tidak ada laporan Warga Negara Indonesia yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut," tulis KBRI Riyadh pada Minggu (11/10/2026). Di balik kalimat itu, para pasien kritis Riyadh masih berjuang di rumah sakit setelah serangan Houthi.
Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi menyebut 309 orang terluka dalam serangan tersebut. Sejumlah korban berada dalam kondisi kritis. Para pasien kritis Riyadh itu kini mendapat penanganan medis di beberapa rumah sakit.
Jumlah korban tewas tercatat 12 orang. Laporan Aljazeera pada Minggu (11/10/2026) menyebut empat warga Arab Saudi dan dua warga Bangladesh di antaranya. Sisanya masing-masing satu warga Amerika Serikat, Mesir, Yordania, Suriah, Palestina, dan Sudan. KBRI mengutip data Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi (GACA) untuk jumlah korban tersebut.
Saksi mata sebelumnya memberi tahu AFP bahwa perintah evakuasi sudah keluar di bandara.
Pasien Kritis,Kabar yang Dinanti Keluarga WNI
Bagi ratusan ribu WNI di Arab Saudi, setiap pembaruan terasa penting. Data per Desember 2025 mencatat 361.147 WNI tinggal di negara itu. KBRI Riyadh terus berkomunikasi dengan otoritas setempat dan memantau rumah sakit di Riyadh dan sekitarnya.
Langkah itu bertujuan memastikan ada atau tidaknya WNI yang menjadi korban dan menjalani perawatan. Kedutaan menegaskan terus memantau perkembangan situasi keamanan di Arab Saudi, terutama di Riyadh.
KBRI meminta WNI tetap tenang dan mematuhi arahan otoritas setempat. Pihak kedutaan juga menyarankan calon penumpang mengonfirmasi status perjalanan kepada maskapai sebelum berangkat.
"WNI diimbau menghindari perjalanan yang tidak mendesak ke kawasan Bandara Internasional King Khalid, Riyadh," lanjut KBRI lewat Instagram resminya. Imbauan itu juga meminta WNI membatasi perjalanan yang tidak bersifat esensial.
Trump Menimbang, Bandara Masih Tertutup
Dari Gedung Putih, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan akan segera memutuskan langkah berikutnya. Ia mempertimbangkan bergabung dalam serangan Saudi terhadap Houthi yang didukung Iran.
"Kami mungkin akan melakukannya. Kami akan mempertimbangkannya," ujar Trump kepada wartawan. Ia menambahkan, "Kami bertindak sangat cepat."
Sementara itu, operasional Bandara King Khalid masih berhenti sampai pemeriksaan keselamatan selesai. Kedutaan Besar Spanyol menyebut adanya serangan baru, dan Inggris, Kanada, Jerman, serta Amerika Serikat meminta warganya menjauh.
Penantian yang Belum Usai
Bagi korban luka, keluarga, dan WNI yang menanti kepastian, penantian ini belum berakhir. Selama pemeriksaan bandara berlangsung, kabar resmi dari otoritas Arab Saudi dan KBRI menjadi acuan.