Kemendikdasmen memastikan kesiapan TKA 2026 menjelang pelaksanaan pada 26 Oktober. Sistem moda daring disiapkan melayani hingga 900.000 peserta secara bersamaan.
Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 jenjang SMA/MA/SMK dan sederajat memasuki tahap akhir persiapan. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyatakan seluruh komponen teknis telah diuji melalui gladi bersih.
Kepala Pusat Asesmen Pendidikan, Rahmawati, menjelaskan gladi bersih menjadi tahapan penting untuk menemukan kendala perangkat, jaringan, dan sistem asesmen. Langkah itu dilakukan sebelum TKA utama digelar mulai Senin, 26 Oktober 2026.
Gladi bersih berlangsung pada 5 sampai 18 Oktober 2026. Kegiatan tersebut juga membantu petugas dan peserta memahami prosedur pelaksanaan asesmen.
“Gladi bersih menjadi salah satu tahapan penting untuk memastikan kesiapan teknis pelaksanaan TKA,” ujar Rahmawati dalam keterangan resmi.
Kesiapan Sistem dan Pengawasan TKA
Kemendikdasmen menyiapkan sistem moda daring untuk melayani hingga 900.000 peserta secara bersamaan. Kapasitas tersebut disiapkan mengingat jumlah peserta TKA 2026 mencapai jutaan orang.
Pihaknya juga menyiapkan 50.474 pengawas ruang dan 1.710 penyelia dari perguruan tinggi negeri. Pengawasan tersebut bertujuan menjaga integritas pelaksanaan serta memastikan peserta mengikuti ketentuan asesmen.
Data Kemendikdasmen per 23 Oktober 2026 mencatat 3.864.195 peserta telah mendaftar. Jumlah itu mencakup 91,72 persen dari total 4.213.114 calon peserta.
Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah, Toni Toharudin, menegaskan jumlah pendaftar yang besar menuntut layanan asesmen yang tertib dan dapat dipercaya. Ia menyebut persiapan mencakup pendataan peserta, sistem, hingga pengawasan.
“Besarnya jumlah pendaftar itu menjadi tanggung jawab kami untuk menyediakan layanan asesmen yang tentunya harus tertib, adil, dan juga bisa dipercaya,” kata Toni.
Mekanisme Susulan bagi Peserta Berhalangan
Peserta yang tidak dapat mengikuti TKA pada jadwal utama tetap memperoleh kesempatan melalui jadwal susulan. Kemendikdasmen menetapkan mekanisme tersebut bagi murid yang mengalami kendala teknis, sakit, atau kondisi khusus lainnya.
Satuan pendidikan perlu mencatat kondisi peserta dalam berita acara. Data tersebut kemudian dikoordinasikan melalui dinas pendidikan atau kantor wilayah Kementerian Agama.
Langkah ini memastikan tidak ada peserta yang kehilangan kesempatan mengikuti asesmen hanya karena kendala di luar kendali. Kemendikdasmen menekankan pentingnya koordinasi antara sekolah, dinas, dan kantor wilayah Kemenag.
Pelaksanaan TKA reguler dibagi menjadi dua gelombang. Gelombang pertama berlangsung 26 sampai 29 Oktober 2026, sedangkan gelombang kedua pada 2 sampai 5 November 2026.
Terdapat pula gelombang khusus mata pelajaran wajib pada 31 Oktober sampai 1 November 2026. Gelombang khusus mata pelajaran pilihan dijadwalkan pada 7 sampai 8 November 2026.
Hasil TKA untuk Pembelajaran
Rahmawati menjelaskan hasil TKA dapat dimanfaatkan untuk memetakan kompetensi murid. Informasi tersebut diharapkan membantu guru menyusun pembelajaran yang lebih tepat sasaran.
Hasil asesmen juga dapat menjadi salah satu informasi awal dalam proses transisi murid ke jenjang pendidikan berikutnya. Namun, Kemendikdasmen menekankan TKA bukan satu-satunya ukuran kemampuan peserta didik.
Toni mengimbau murid belajar secukupnya, beristirahat dengan baik, dan memahami petunjuk pelaksanaan. Dukungan orang tua serta guru dinilai penting agar peserta dapat mengikuti asesmen dengan tenang.
“Jujur berarti mengerjakan dengan kemampuan sendiri. Kemudian ketika bicara gembira, berarti datang dengan tenang, percaya diri, dan tentunya tidak terbebani secara berlebihan,” ujar Toni mengenai tagline TKA.
Sekolah Terdampak Bencana Tak Dipaksakan
Kemendikdasmen juga menyiapkan penyesuaian bagi satuan pendidikan di daerah terdampak bencana. Sekolah yang kondisinya belum aman tidak dipaksakan mengikuti jadwal utama.
Dinas pendidikan provinsi dan kantor wilayah Kementerian Agama memetakan kondisi keselamatan, kesehatan, akses menuju sekolah, serta kesiapan satuan pendidikan. Hasil pemetaan menjadi dasar penentuan jadwal pelaksanaan atau susulan.
“Keselamatan dan kesehatan murid, guru, dan juga seluruh tim pelaksana merupakan prioritas utama kami,” tegas Toni.
Dengan penguatan sistem, pengawasan, dan penyesuaian kondisi lapangan, Kemendikdasmen berupaya memastikan TKA 2026 berlangsung lancar serta memberi kesempatan yang adil bagi seluruh peserta.