Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri menang 21-17, 21-16 atas Peeratchai Sukphun/Pakkapon Teeraratsakul di Fyn Arena, Odense, Jumat (16/10) petang. Di tengah kejar-kejaran poin yang menegangkan, Fajar/Fikri Denmark Open 2026 menolak tumbang dan menjadi wakil Indonesia pertama di semifinal.
Perempat final di Fyn Arena, Odense, menghadirkan pertarungan yang menguras tenaga dan mental. Fajar/Fikri tampil sebagai unggulan, tetapi Peeratchai Sukphun/Pakkapon Teeraratsakul tidak datang sekadar menjadi pelengkap. Pasangan Thailand itu menekan sejak poin-poin awal.
Lawan Fajar/Fikri ini menempati peringkat 33 dunia. Posisi itu memang di bawah sang unggulan, tetapi permainan mereka menunjukkan kelas yang tak bisa diremehkan. Skor ketat sepanjang laga memaksa kedua pasangan bekerja ekstra.
Gim Pertama Fajar/Fikri Denmark Open 2026 Penuh Tekanan
Skor sempat imbang 2-2 sebelum Fajar/Fikri memimpin 4-2. Mereka kemudian melaju ke angka 8-3 dan tampak mulai mengendalikan laga. Namun, keunggulan lima poin itu tidak bertahan lama.
Sukphun/Teeraratsakul merespons dengan poin beruntun tanpa putus. Mereka memangkas jarak, menyamakan skor 8-8, lalu berbalik memimpin. Fajar/Fikri sempat bangkit dari 8-10 menjadi 10-10. Akan tetapi, satu poin tambahan membuat lawan unggul saat interval.
Setelah rehat, kedua pasangan bergantian mencetak angka. Fajar/Fikri sempat unggul 14-12. Lawan lalu menyamakan skor dan berbalik memimpin. Kejar-kejaran terus berlangsung hingga Fajar/Fikri tertinggal 16-17.
Di titik itulah mereka menemukan ritme. Fajar/Fikri menyamakan kedudukan, lalu menyapu angka beruntun. Gim pertama pun berakhir 21-17 untuk wakil Indonesia.
Gim Kedua, Fajar/Fikri Menjauh dan Mengunci Kemenangan
Gim kedua kembali berjalan ketat. Kedua pasangan bergantian meraih poin. Fajar/Fikri memimpin 4-2, tetapi lawan menyamakan. Saat unggul 6-4, skor kembali imbang.
Selisih tipis, maksimal dua poin, terus terjaga hingga pertengahan gim. Fajar/Fikri akhirnya memimpin 11-9 saat interval. Meski begitu, ganda Thailand itu terus membuntuti setelah rehat.
Ganda pelatnas Cipayung itu lalu mulai menjauh dan memimpin 16-12. Sukphun/Teeraratsakul sempat menambah satu poin. Setelah itu, rentetan angka dari Fajar/Fikri membuat skor menjadi 20-13. Pertandingan tuntas dengan skor 21-16.
Kemenangan dua gim langsung ini memberi Fajar/Fikri modal positif menjelang semifinal. Kepercayaan diri itu penting untuk laga berikutnya.
Sisi Manusia: Bangkit Saat Keunggulan Hilang
Dalam olahraga, keunggulan 8-3 terasa seperti genggaman yang aman. Ketika angka itu berubah menjadi 8-10, tekanan mental ikut berbicara. Fajar/Fikri harus menepis keraguan dan sabar mengumpulkan poin demi poin.
Tertinggal 16-17 di akhir gim pertama menjadi ujian lain. Pasangan ini menjawabnya dengan menyamakan skor dan mengunci gim lewat poin beruntun. Ketenangan di momen genting itu membuat gim kedua berjalan lebih terkendali.
Di balik angka di papan skor, ada rutinitas latihan panjang di Pelatnas Cipayung. Jam terbang dan disiplin itulah yang biasanya membentuk daya tahan di momen genting.
Bagi pendukung Indonesia yang mengikuti dari jauh, kemenangan ini terasa berarti. Hasil tersebut hadir di tengah kabar kekalahan dari sektor tunggal putri.
Perjalanan Wakil Indonesia di Turnamen Denmark
Fajar/Fikri menjadi wakil pertama Indonesia yang lolos ke semifinal Denmark Open 2026. Sebelumnya, tunggal putri Putri Kusuma Wardani kalah dari Wang Zhi Yi. Harapan lain kini tertuju pada Alwi Farhan, satu wakil Merah Putih yang masih akan bermain.
Dengan posisi sebagai unggulan, Fajar/Fikri membawa beban ekspektasi sejak awal turnamen. Kemenangan di Odense ini memperlihatkan bahwa mereka mampu memikul beban itu, bahkan saat laga berjalan tidak sesuai rencana.
Bagi Indonesia, semifinal ini menjaga peluang gelar tetap terbuka di Odense. Lawan berikutnya akan ditentukan dari hasil perempat final lain di turnamen tersebut.
Rujukan Data Pertandingan
Rincian skor dan jalannya laga ini disusun redaksi berdasarkan data pertandingan Denmark Open 2026. Redaksi merujuk pada rilis hasil Badminton World Federation (BWF), informasi PBSI, dan laman resmi penyelenggara turnamen.
Kemenangan 21-17, 21-16 membuat Fajar/Fikri menjaga asa Indonesia di Odense. Mereka membuktikan bahwa keunggulan besar bisa hilang, tetapi mental bertahan bisa merebutnya kembali. Semifinal kini menanti, dan pendukung berharap langkah pasangan ini terus berlanjut.