Olahraga

Como Kalahkan Manchester United, Fabregas Tetap Rendah Hati

Como Kalahkan Manchester United, Fabregas Tetap Rendah Hati

Sorak suporter memenuhi Stadion Giuseppe Sinigaglia saat Como kalahkan Manchester United 4-1 pada matchday ketiga Liga Champions, Oktober 2026. Pelatih Cesc Fabregas menyambutnya dengan senang, tetapi menegaskan timnya tetap rendah hati.

Skor 4-1 menjadi bukti bahwa Como tampil lebih baik ketimbang tim tamu. Nico Paz mencetak tiga gol dan keluar sebagai bintang pertandingan. Jacobo Ramon menambah satu gol untuk tuan rumah. Joshua Zirkzee baru bisa membalas pada menit akhir, tetapi gol itu hanya menjadi hiburan bagi Manchester United.

Hasil ini terasa istimewa karena Como baru sebentar mencicipi level tertinggi. Klub berjuluk I Lariani itu naik ke Serie A pada musim 2024/2025. Sejak saat itu, mereka terus menanjak hingga menembus papan atas dan mencapai Liga Champions.

Kemenangan ini melengkapi awal yang menjanjikan di Eropa. Sebelumnya, Como menang atas RB Leipzig, lalu kalah dari Feyenoord. Kini giliran Manchester United yang mereka kecundangi, sehingga Como menempati peringkat kesembilan klasemen Liga Champions.

Fabregas Menolak Larut dalam Euforia

Cesc Fabregas menyambut hasil itu dengan senang, tetapi ia sengaja menahan diri. Kepada Sky Sports Italia, ia menyebut malam tersebut spesial sekaligus awal dari perjalanan yang masih panjang.

"Ini adalah malam spesial, tetapi kami masih di titik awal dari semua yang ada di pikiran kami. Kami tetap rendah hati dan bekerja keras. Ini adalah pertandingan yang luar biasa, tetapi kami harus berpikir ke depan karena kami juga akan bermain pada hari Sabtu," kata Fabregas.

Mantan pemain Arsenal itu paham betul rasanya menghadapi Manchester United. Ia mengesampingkan kondisi lawan yang sedang compang-camping akibat performa buruk belakangan ini. Fabregas justru menyanjung kemampuan anak asuhnya yang bermain prima.

"Mereka tetap Manchester United, mungkin mereka sedang dalam kesulitan, tetapi jangan lupa beberapa pemain kami baru main tiga kali di Liga Champions. Itulah mengapa kepercayaan diri dan cara bermain mereka memberi saya semangat," ujar Fabregas dikutip dari Sky Sports Italia.

Ia kembali menekankan sikap yang sama di akhir pernyataannya.

"Menang seperti ini sangat memuaskan, tetapi kami tetap rendah hati karena selanjutnya akan datang bagian-bagian yang sulit, dan kami akan bermain lagi pada hari Sabtu," ucapnya.

Perjalanan Como dari Tim Promosi hingga Panggung Eropa

Fondasi keberhasilan itu sudah terbentuk sejak musim lalu. Menurut beIN Sports, Como memastikan tiket Liga Champions pada pekan terakhir Serie A musim lalu. Mereka finis di posisi keempat setelah menang 4-1 atas Cremonese.

Debut di kompetisi tertinggi Eropa pun berjalan manis. Diretta.it mencatat Como menang 4-1 atas RB Leipzig pada laga perdana, dan pers Spanyol ikut memuji Fabregas serta Nico Paz.

Paz menjadi sosok sentral dalam proyek ini. Gelandang serang muda itu bergabung dari Real Madrid pada Agustus 2024. Musim panas lalu, Como menggelontorkan 60 juta euro untuk mempermanenkannya, menurut laporan Diretta.it.

Dampak bagi Pemain dan Pendukung Como

Bagi para pemain muda, malam itu menjadi bukti bahwa kerja keras bisa menembus nama besar. Mereka belum lama merasakan Liga Champions, tetapi sudah mampu menundukkan klub dengan sejarah panjang.

Para pendukung Como pun punya alasan untuk tersenyum. Klub yang baru naik kasta pada 2024 kini mengalahkan salah satu raksasa Inggris di panggung Eropa.

Sebaliknya, Manchester United pulang dengan beban. Kekalahan 4-1 menambah sorotan terhadap performa tim yang memang sedang buruk belakangan ini.

Jadwal padat sudah menanti Como. Mereka bermain lagi pada hari Sabtu, lalu menghadapi Lens pada matchday keempat Liga Champions di awal November.

Pada akhirnya, kemenangan ini menunjukkan bahwa Como kini bukan sekadar penggembira di Liga Champions. Fabregas mengingatkan timnya agar tetap rendah hati, sebab ujian yang lebih berat masih menunggu. Sikap itu bisa menjadi modal penting bagi Como untuk terus bersaing di Eropa.