Hiburan

Box Office Street Fighter $31 Juta, Penonton Membela Film

box office Street Fighter
box office Street Fighter

Penggemar memadati bioskop Amerika Utara pada 16–18 Oktober 2026, mengantar box office Street Fighter ke puncak dengan debut $31 juta. Film reboot garapan Kitao Sakurai itu menuai skor kritikus sekitar 40 persen, sementara penonton memberi nilai sekitar 80 persen.

Film ini menandai kembalinya Ryu, Ken Masters, dan Chun-Li ke layar lebar lewat tangan sutradara Kitao Sakurai. Noah Centineo, Andrew Koji, dan Callina Liang memerankan para petarung yang terseret ke turnamen World Warrior. Legendary dan Paramount Pictures menggarap proyek ini bersama Capcom, penerbit gim aslinya.

Box Office Street Fighter Unggul, tapi Belum Capai Target

Menurut Box Office Pro, film ini meraup $31 juta dari 3.575 layar, atau rata-rata $8.671 per layar. Pasar internasional menambah $20,1 juta dari 65 pasar, sehingga total global mencapai $51,1 juta. Angka itu menjadi rekor pembukaan franchise di Amerika Serikat.

Meski begitu, TheWrap melaporkan studio membidik pembukaan global sekitar $70 juta. Hasil nyata tertinggal jauh dari angka tersebut. Angka biaya produksi pun simpang siur. Screen Daily mencatat $82 juta, sedangkan sejumlah estimasi lain menyebut lebih dari $100 juta.

Sebagai pembanding, Mortal Kombat II membuka dengan $38,5 juta pada Mei 2026. Masters of the Universe mengumpulkan $29,4 juta. Street Fighter berada di antara keduanya. Debut ini juga melampaui gabungan pembukaan versi 1994 dan 2009, menurut Screen Rant.

Persaingan akhir pekan itu ketat. Film dokumenter A24, You Can See Everything, menyusul di posisi kedua dengan $15 juta dari 855 bioskop. Whalefall dari 20th Century Studios meraih $17,5 juta secara global, menurut TheWrap.box office Street Fighter 2026

Kritikus Soroti Cerita yang Tidak Koheren

Di Rotten Tomatoes, Tomatometer film ini bertahan sekitar 40 persen. Skor itu bergerak seiring masuknya ulasan baru. Saat redaksi memeriksa, situs tersebut mencatat 42 persen dari 91 ulasan.

Konsensus kritikus di situs tersebut merangkum keluhan utama: penuh gaya, tetapi ceritanya tidak koheren dan humornya kekanak-kanakan. Namun konsensus itu juga mengakui film ini punya kecintaan besar pada materi sumbernya.

Film 1994 hanya mengantongi sekitar 20 persen di Rotten Tomatoes, sedangkan The Legend of Chun-Li pada 2009 hanya 3 persen, menurut Fiction Horizon. Lembaga CinemaScore, yang menyurvei penonton hari pembukaan, memberi nilai B-, menurut TheWrap.

Penonton Membela Film yang Dicerca Kritikus

Penonton justru menunjukkan sikap berbeda. Popcornmeter Rotten Tomatoes mencatat sekitar 80 persen penilaian positif, dengan lebih dari 500 rating terverifikasi saat dicek. Selisihnya dengan kritikus mencapai sekitar 40 poin.

Komunitas gim tarung ikut bersuara. Dot Esports melaporkan banyak penggemar memuji jurus spesial dan desain karakter yang terasa setia pada gimnya. Mereka juga menikmati humor konyol, padahal para pengulas mengeluhkannya.

Bagi penggemar yang tumbuh bersama gim ini, melihat Ryu dan Ken bertarung di layar lebar punya arti tersendiri. Adegan akhir film membuka pintu untuk lanjutan. Bison tampak mendekati Sagat, petarung bermata satu yang menyimpan dendam pada Ryu, menurut ulasan NetflixJunkie.

Masa Depan Franchise Bergantung pada Akhir Pekan Kedua

Ujian berikutnya datang pada akhir pekan kedua. Box Office Pro mencatat angka pembukaan ini sejalan dengan prediksi panelnya, yang memperkirakan $30–40 juta.

Gagadget menulis bahwa akhir pekan kedua akan menguji apakah nilai tinggi dari penonton berubah menjadi promosi dari mulut ke mulut. Bila dukungan itu bertahan, film ini punya peluang menutup biaya secara bertahap. Sebaliknya, biaya produksi dan pemasaran akan membebani hasil akhirnya.

Bagi Legendary, Paramount, dan Capcom, hasil ini membawa kabar campuran. Rekor franchise di Amerika Serikat memberi alasan untuk optimistis. Target global yang meleset membuat nasib sekuel belum pasti. Cinefilos mencatat hasil akhir pekan ini belum cukup menjamin Street Fighter 2.

Pada akhirnya, Street Fighter menunjukkan dua wajah dalam satu akhir pekan. Kritikus melihat cerita yang berantakan, sedangkan penonton melihat pesta jurus dan nostalgia. Angka box office pekan depan akan menunjukkan pihak mana yang lebih tepat.