Hiburan

Insidious: Out of the Further, Ibu Tunggal Lawan Kegelapan

Insidious: Out of the Further
Insidious: Out of the Further

Kegelapan The Further kembali mengintip dari balik lorong rumah masa kecil, kali ini lewat Insidious: Out of the Further. Film garapan Jacob Chase tayang di Indonesia pada 19 Agustus 2026 dan menyeret seorang ibu tunggal ke pusaran sekte jahat.

Insidious: Out of the Further menjadi seri keenam waralaba Insidious dan melanjutkan langsung Insidious: The Red Door (2023). Blumhouse Productions bersama Atomic Monster memproduksi film berdurasi 106 menit ini. Sony Pictures Releasing mengurus distribusi globalnya.

Gemma Hall, Ibu Tunggal yang Mewarisi Luka Lama

Dua puluh tahun lalu, Gemma Hall menyaksikan ibunya mengakhiri hidup. Kini Gemma (Amelia Eve) bekerja sebagai dokter gigi sekaligus ibu tunggal bagi Maya (Island Austin). Ia pindah ke rumah masa kecilnya, dan ingatan lama di sana membangunkan kemampuan proyeksi astral.

Elise Rainier (Lin Shaye) lalu muncul dari The Further dengan peringatan penting. Menurut Elise, Gemma seorang "Kurir", yakni orang yang mampu membawa benda fisik dan entitas roh ke dunia nyata. Kemampuan itu memancing Cyrus Lam (Sam Spruell), pemimpin sekte sesat yang terjebak di The Further. Cyrus mengincar Gemma dan Maya demi membangkitkan pengikutnya serta membuka invasi iblis ke dunia manusia. Gemma harus menjelajahi kegelapan demi menyelamatkan putrinya.

Apa yang Baru dalam Insidious: Out of the Further

Film-film sebelumnya mengirim karakter ke The Further untuk menyelamatkan jiwa yang tersesat. Kali ini Gemma justru menjadi gerbang hidup yang bisa menarik ancaman keluar. Jacob Chase juga meminjam nuansa ruang liminal ala tren Backrooms. Profesi Gemma sebagai dokter gigi menambah unsur body horror yang terasa sempit dan tidak nyaman. Keluarga Hall menggantikan keluarga Lambert, yang kisahnya berakhir di film kelima.Film Insidious Out of the Further.webp (534 KB)

Di Balik Layar dan Jadwal Tayang

Jacob Chase, sutradara Come Play, menggarap film ini bersama David Leslie Johnson-McGoldrick, penulis The Conjuring 2. Jason Blum, James Wan, Leigh Whannell, dan Oren Peli duduk di kursi produser. Kru mengambil gambar di Melbourne dan Victoria, Australia, yang disulap menyerupai New England. Pemutaran perdana berlangsung di Los Angeles pada 18 Agustus 2026. Penonton Indonesia menikmatinya sehari kemudian, sedangkan Amerika Serikat menyusul pada 21 Agustus 2026.

Box Office Meledak, Ulasan Terbelah

Dengan anggaran $18 juta, film ini meraup $169,5 juta secara global. Angka itu menunjukkan resep efisien khas Blumhouse kembali berhasil. Namun, kritikus terbelah. Rotten Tomatoes memberi skor 58 persen, Metacritic 47, dan penonton bioskop memberi nilai C+ di CinemaScore.

Pengamat memuji jump scare yang intens dan visual The Further yang lebih segar. Mereka juga menilai Lin Shaye tetap menjadi jangkar karismatik cerita. Di sisi lain, kritik menyasar skenario yang bergantung pada formula lama sehingga plotnya mudah ditebak.

Kata Sutradara dan Produser

Chase menyebut film ini lahir dari kecemasan yang nyata. "Film baru Insidious kali ini mencerminkan rasa kecemasan mendalam yang nyata dari pengalaman menjadi seorang orang tua baru," kata Chase.

Jason Blum menjelaskan alasan waralaba ini awet. "Salah satu alasan utama mengapa minat dan selera para penggemar tetap bertahan lama untuk Insidious adalah karena orang-orang yang terlibat dalam film pertama tetap bertahan, menjaga film ini tetap vital, menarik, dan bagus," ujar Blum.

Pada akhirnya, Insidious: Out of the Further menaruh sisi manusia di tengah teror, yakni seorang ibu yang takut kehilangan anaknya. Kesuksesan finansialnya membuktikan penonton masih betah kembali ke The Further, meski kritikus belum sepenuhnya puas.