EkBis

New Asia Forum Bidik USD 30 Miliar, Asia Minim Modal Global

Danantara bakal menggelar New Asia Forum di Bali pada 3–4 Desember 2026 demi menarik modal USD 30 miliar ke Asia. Pahala Mansury berkata, “Ada ketidakseimbangan antara kontribusi pertumbuhan dan arus modal yang masuk,” di Jakarta, Kamis (22/10/2026).

Forum ini lahir dari satu pertanyaan: mengapa Asia menyumbang pertumbuhan besar, tetapi menerima modal jauh lebih kecil? Managing Director Global Relations and Communications Danantara, Pahala Mansury, memaparkan angkanya dalam acara Media Coffee Morning di Wisma Danantara. Asia menyumbang 60 persen pertumbuhan ekonomi dunia. Namun, porsi modal global yang masuk ke kawasan ini masih di bawah 30 persen.

Ia menekankan perlunya keseimbangan: “Padahal, untuk menjaga pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, kawasan Asia juga harus mendapatkan dukungan arus permodalan yang sepadan,” kata Pahala.

Penyelenggara merujuk data Dana Moneter Internasional (IMF) 2025. Data itu menyebut Asia Pasifik menghasilkan hampir 60 persen pertumbuhan ekonomi global, menurut iNews.id edisi 11 Oktober 2026.

Target USD 30 Miliar, Separuhnya Diharapkan Mendarat di Indonesia

Pahala menjelaskan bahwa target USD 30 miliar mencakup seluruh kawasan Asia, bukan Indonesia saja. Namun, ia tetap optimistis separuh dana itu, bahkan seluruhnya, berpotensi masuk ke Indonesia.

“Kami optimistis angka USD 30 miliar untuk masuk ke Indonesia bukan hal yang mustahil untuk dicapai. Namun jika melihat dinamika pertumbuhan, setidaknya harapan kita minimal separuh dari USD 30 miliar bisa terealisasi ke Indonesia,” ujarnya.

Nilai itu setara sekitar Rp 536 triliun, menurut laporan Journalarta pada 11 Oktober 2026. Penyelenggara menegaskan angka tersebut baru sasaran komitmen, bukan investasi yang sudah terealisasi.

Warga kelak merasakan selisih antara komitmen dan realisasi itu. Modal yang benar-benar mengalir bisa berarti pabrik baru, pasokan energi, atau lapangan kerja. Komitmen yang tak terwujud hanya menjadi angka di atas kertas.

Delapan Sektor Strategis dan Tamu Istimewa dari Bhutan

Panitia merancang New Asia Forum (NAF) sebagai platform konkret untuk mendorong transaksi investasi langsung. Pembahasan akan berfokus pada delapan sektor strategis.

Daftar itu mencakup mineral strategis dan hilirisasi, energi, manufaktur, serta infrastruktur digital dan AI. Empat sektor lainnya adalah agribisnis dan pangan, perdagangan dan konektivitas, pariwisata dan ekonomi kreatif, serta kesehatan dan pembangunan manusia.

Banyak orang berada di ujung rantai proyek di sektor-sektor itu, mulai dari petani sampai tenaga kesehatan. Keputusan investor di meja forum bisa menentukan seberapa cepat proyek-proyek itu menyentuh kehidupan mereka.

Selain investor global, forum ini menjadwalkan Perdana Menteri Bhutan mengisi sesi khusus tentang strategi dan kebijakan energi terbarukan. “Bhutan sangat fokus pada pengembangan energi terbarukan. Kita akan mendengarkan paparan dari Perdana Menteri Bhutan mengenai kebijakan pendorong energi terbarukan di negaranya,” terang Pahala.

Jumlah Pembicara, Pengawal Komitmen, dan Jejak Bali

New Asia Forum berlangsung pada 3–4 Desember 2026 di Bali. Pahala menyebut lebih dari 200 pembicara internasional akan mengisi 40 sesi diskusi. Rilis penyelenggara pada awal Oktober menyebut lebih dari 100 pembicara, lebih dari 40 sesi, dan lebih dari 1.000 pemimpin undangan. Sinar Jiwa belum menemukan penjelasan resmi atas selisih jumlah pembicara tersebut, sehingga angka final menunggu konfirmasi panitia.

Richard Attias & Associates memproduksi acara ini, sementara Danantara menjadi mitra pendiri. Acara berada di bawah naungan Presiden Prabowo Subianto, menurut rilis PR Newswire.

“New Asia Forum dirancang untuk mempertemukan modal global jangka panjang dengan berbagai peluang investasi yang berkembang di Indonesia dan kawasan sekitarnya,” ujar CEO Danantara Rosan Roeslani. Antara mengutip pernyataan itu pada 11 Oktober 2026.

Panitia juga menyiapkan mekanisme untuk melacak komitmen dan perkembangan di setiap edisi. Investortrust.id melaporkan pemantauan itu mencakup nota kesepahaman dan pencairan dana di antara pertemuan tahunan.

Bali bukan panggung baru bagi Danantara. South China Morning Post menggelar Nusa Dua Forum bersama lembaga itu pada 17 Juli 2026. Sekitar 120 investor, pengelola dana kedaulatan, dan pembuat kebijakan hadir di The St. Regis Bali Resort.

Pada akhirnya, New Asia Forum menjadi ujian apakah ambisi USD 30 miliar berubah menjadi proyek nyata. Danantara menaruh harapan besar pada Bali, sementara petani, pekerja, dan pelaku usaha di Indonesia menunggu bukti dari setiap komitmen. Data dalam artikel ini diperbarui per Kamis, 22 Oktober 2026, dan dapat berubah mengikuti keterangan panitia.