sinarjiwa.id — Langit di perbatasan Lumajang dan Malang kembali berselimut duka kelabu saat Gunung Semeru memuntahkan isi perutnya dengan ketinggian letusan mencapai 3.000 meter pada Selasa (24/2/2026). Getaran erupsi yang terekam selama 145 detik ini membawa abu vulkanis tebal ke arah tenggara, menciptakan suasana mencekam bagi warga yang menggantungkan hidup di kaki gunung tertinggi di Jawa tersebut.
Aktivitas vulkanik ini bukan yang pertama dalam sehari. Sebelumnya, pada dini hari pukul 01.51 WIB, awan panas guguran telah meluncur sejauh 3 kilometer, mengoyak ketenangan malam di Besuk Kobokan. Masyarakat kini diminta untuk menahan diri dan tidak mendekati area kawah yang sedang dalam kondisi tidak stabil.
Jeritan Alam di Balik Status Siaga
Petugas Pos Pengamatan, Liswanto, melaporkan bahwa kolom abu yang membubung tinggi tersebut kini berwarna cokelat pekat, menandakan intensitas erupsi yang sangat kuat. Status Level III (Siaga) yang ditetapkan bukan sekadar angka, melainkan alarm peringatan bagi warga agar segera menjauhi radius berbahaya demi keselamatan nyawa.
“Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar),” ujar Liswanto dalam keterangan resminya pada Selasa (24/2/2026). Lontaran batu pijar ini menjadi ancaman nyata yang bisa merenggut segalanya dalam sekejap.
Waspada Lahar di Aliran Sungai
PVMBG juga memberikan sentuhan peringatan emosional namun faktual mengenai potensi banjir lahar. Sungai-sungai seperti Besuk Bang dan Besuk Kembar kini menjadi jalur maut yang harus dihindari, terutama saat curah hujan meningkat. Aliran lahar dingin dapat meluncur hingga 17 kilometer, membawa material berat yang menghancurkan apa pun di jalurnya.
“Masyarakat perlu mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru,” tutup Liswanto. Per Rabu (25/2/2026), asap vulkanis masih terlihat keluar dari kawah sebagai pengingat bahwa alam belum sepenuhnya tenang.***
