sinarjiwa.id β Pencabutan peran Holland Taylor oleh Rais Aam PBNU bukan sekadar keputusan administratif. Ia membuka kembali kegelisahan lama: sejauh mana organisasi keagamaan di Indonesia dapat terpengaruh aktor luar yang membawa agenda dan jaringan berbeda.
Taylor telah lama hadir dalam kehidupan tokoh-tokoh NU. Ia mendampingi Gus Dur dalam pendirian LibForAll Foundation pada 2003, membentuk IIQS pada 2009, dan kemudian memimpin CSCV. Jejaknya menunjukkan keterlibatan mendalam, bukan sekadar hubungan profesional sesaat.
Dokumen Wikileaks yang menyebut perannya dalam kunjungan ulama Indonesia ke Israel pada 2008 menjadi titik yang paling memicu sensitivitas. Akademisi Lien Iffah Nafβatu Fina menilai kunjungan itu sebagai diplomasi pluralisme, namun pelaksanaannya yang diam-diam membuat sebagian masyarakat merasa dikhianati secara emosional.
Di tengah ketegangan itu, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf memberikan klarifikasi bahwa dirinya tidak terkait dengan Zionis. βTidak ada afiliasi apa pun,β ujarnya. (*)
