Uwi Bukan Ubi, Kekeliruan Istilah Menghapus Jejak Pangan Lokal

Uwi Ungu

sinarjiwa.id – Penyamaan uwi dengan ubi jalar dinilai sebagai kekeliruan lama yang berdampak pada pendataan dan kebijakan pangan nasional, sekaligus mengikis pengetahuan lokal masyarakat.

Sejumlah peneliti pangan dan etnobotani menegaskan bahwa uwi dan ubi jalar merupakan dua komoditas berbeda. Secara ilmiah, uwi berasal dari genus Dioscorea famili Dioscoreaceae, sedangkan ubi jalar berasal dari genus Ipomoea famili Convolvulaceae. Keduanya tidak memiliki hubungan kekerabatan langsung.

Peneliti Pusat Riset Botani Terapan BRIN, Dr. Ervizal Amir, menyebut kekeliruan ini kerap muncul dalam publikasi populer.

Uwi sering disederhanakan sebagai ubi, padahal itu keliru secara taksonomi dan sejarah pangan,” ujar Ervizal dalam diskusi pangan lokal BRIN, Maret 2024.

Kesalahan istilah tersebut berdampak pada pencatatan data. Dalam statistik pertanian, uwi kerap digabung ke dalam kategori ubi jalar. Akibatnya, produksi uwi tidak tercatat secara khusus dan tidak terlihat dalam perencanaan pangan nasional.

Baca Juga :  Dana Desa 2026: 58 Persen Wajib untuk Koperasi Merah Putih

Guru Besar Fakultas Teknologi Pertanian UGM, Prof. Dr. Sri Widowati, menilai dampak kekeliruan ini tidak bisa dianggap sepele.

Kalau uwi terus dianggap bagian dari ubi jalar, maka riset dan kebijakan ikut salah arah. Padahal uwi memiliki karakter agronomis yang berbeda dan lebih adaptif terhadap kondisi ekstrem,” katanya dalam seminar pangan tradisional UGM, September 2023.

Sejumlah peneliti menelusuri akar persoalan ini hingga masa kolonial. Pada periode tersebut, administrasi Belanda menyederhanakan klasifikasi berbagai umbi Nusantara demi kepentingan administratif. Pola ini terus terbawa hingga masa setelah kemerdekaan.

Di tingkat masyarakat, dampaknya terasa nyata. Di Jawa, Madura, dan Nusa Tenggara, uwi dikenal sebagai pangan cadangan saat paceklik. Ia ditanam dengan pengetahuan lokal yang diwariskan lintas generasi, namun kini semakin jarang dikenali.

Peneliti etnobotani UGM, Dr. Siti Nur Handayani, menegaskan bahwa pelurusan istilah adalah langkah penting.

Baca Juga :  Uwi Lebih Dulu Hadir sebelum Sawah Dibuka

Ketika istilahnya salah, bukan hanya data yang keliru, tetapi juga sejarah dan nilai budaya yang ikut terhapus,” ujarnya dalam jurnal etnobotani UGM, 2022.

Di tengah ancaman krisis pangan dan perubahan iklim, para ahli mendorong kehati-hatian penggunaan istilah oleh pemerintah dan media sebagai dasar pemulihan peran uwi dalam sistem pangan nasional. *