Kisruh Elite PBNU Tak Guncang Warga NU, Aktivitas Daerah Tetap Tenang

Jajaran elite PBNU. Dari kiri Sekjen Saifullah Yusuf, Rais Aam Miftachul Ahyar, dan Ketua Umum Yahya Cholil Staquf. Konflik di lingkaran ini disebut tak memengaruhi aktivitas NU akar rumput. (Dok. PBNU)

sinarjiwa.id β€” Gejolak elite PBNU tidak mengguncang warga NU di tingkat akar rumput. Pengamat politik UNIS, Adib Miftahul, menegaskan dinamika tersebut hanya konflik elite. β€œKisruh di PBNU ini tidak signifikan mempengaruhi akar rumput,” ujarnya, Senin (24/11/2025).

Adib melihat keterlibatan PBNU dalam politik praktis memicu faksi internal. Kondisi itu, menurutnya, menambah tensi psikologis di tingkat elite namun tidak menular ke daerah. β€œIni akumulasi PBNU yang terseret politik praktis,” katanya.

Ketua PCNU Tulungagung, KH Bagus Ahmadi, memastikan aktivitas organisasi tetap berlangsung. Ia menyebut rapat daring nasional pada Ahad (23/11) bersama Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf membahas perkembangan pasca-permintaan mundur dari Syuriah pada 20 November 2025. β€œKami belum menerima keputusan final,” ujarnya.

Bagus meminta warga NU tidak terseret arus konflik. Ia menegaskan kegiatan PCNU, MWC, dan ranting terus berjalan dan menjaga suasana tetap teduh. Sementara itu, Gus Yahya menolak mundur dan setelah berdiskusi dengan kiai sepuh pada Ahad malam (23/11), ia menegaskan kepengurusan akan bekerja hingga akhir masa khidmat. (*)

Baca Juga :  Pesan Tebuireng: Para Sesepuh NU Redam Konflik, Minta Klarifikasi Ketua Umum