Sinar Jiwa – Kebakaran Indomaret Pelalo pada Selasa dini hari, 31 Maret 2026, memicu kepanikan warga Desa Pelalo, Kecamatan Sindang Kelingi, Kabupaten Rejang Lebong. Api yang muncul sekitar pukul 01.00 WIB membuat warga sekitar berhamburan keluar rumah setelah melihat kobaran api dan asap tebal dari bangunan toko.
Peristiwa ini terjadi saat sebagian besar warga sedang beristirahat. Suara ledakan dari bagian atas bangunan menjadi pemicu awal kepanikan. Dalam waktu singkat, warga mulai berkumpul di sekitar lokasi sambil berupaya memahami situasi yang terjadi.
Reaksi Spontan Warga Saat Api Muncul
Berdasarkan keterangan saksi, api pertama kali terlihat dari bagian atap bangunan. Seorang warga bernama Ari yang berada di rumah makan di sebelah lokasi mendengar suara ledakan sebelum melihat asap tebal membumbung.
“Saat ia keluar, sudah ada api yang timbul di Indomaret itu,” jelas Kasi Humas Polres Rejang Lebong, AKP M Hasan Basri.
Pada saat yang sama, warga sekitar langsung berteriak memberi peringatan. Situasi berubah cepat dari tenang menjadi panik. Beberapa warga berusaha mendekat, sementara lainnya memilih menjauh untuk menghindari risiko.
Di lapangan, kepanikan terlihat dari pergerakan warga yang tidak terkoordinasi. Ada yang mencoba membantu memadamkan api dengan alat seadanya. Namun, sebagian lainnya hanya menyaksikan dari jarak aman.
Kondisi Malam Hari Perkuat Tekanan Psikologis
Kejadian pada dini hari memperbesar tekanan psikologis yang dirasakan warga. Minimnya pencahayaan dan situasi yang mendadak membuat sebagian warga kesulitan memahami sumber api secara cepat.
Tak hanya itu, lokasi Indomaret yang dikenal sebagai tempat singgah dengan pemandangan perbukitan menambah perhatian warga. Bangunan dua lantai tersebut selama ini menjadi titik berkumpul masyarakat, sehingga kebakaran memunculkan rasa kehilangan secara emosional.
Dalam praktiknya, warga yang terbiasa melihat tempat itu sebagai ruang istirahat kini menyaksikan langsung kerusakan yang terjadi. Hal ini memicu reaksi emosional yang beragam, mulai dari panik hingga cemas terhadap kemungkinan api merambat ke bangunan lain.
Upaya Penanganan Redakan Kepanikan
Setelah laporan diterima, Dinas Pemadam Kebakaran Rejang Lebong langsung bergerak ke lokasi dengan waktu respons sekitar 25 menit. Tiga unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan untuk mengendalikan api.
Petugas Damkar dibantu oleh masyarakat serta aparat TNI-Polri dalam proses pemadaman. Kehadiran petugas secara bertahap mulai menenangkan situasi di lapangan.
Api berhasil dikendalikan setelah lebih dari satu jam proses pemadaman. Pada pukul 02.30 WIB, kondisi dinyatakan aman dan tidak ditemukan lagi titik api aktif.
Meski tidak ada korban jiwa, kebakaran ini menyebabkan kerugian material yang ditaksir mencapai sekitar Rp100 juta. Dugaan sementara, sumber api berasal dari korsleting listrik pada instalasi atau perangkat di dalam toko.
Hingga saat ini, pihak terkait masih melakukan pendataan lanjutan. Warga di sekitar lokasi juga mulai kembali ke aktivitas normal setelah situasi dinyatakan kondusif oleh petugas.
Di sisi lain, imbauan kepada masyarakat terkait kewaspadaan terhadap potensi korsleting listrik kembali disampaikan oleh pihak berwenang.
