Karhutla BNPBBNPB mencatat karhutla mendominasi bencana 6-7 Agustus 2026. Tana Toraja mengalami kebakaran sekitar 55 hektare, sementara sejumlah daerah lain berhasil mengendalikan api.

BNPB melaporkan kebakaran hutan dan lahan masih mendominasi kejadian bencana selama periode 6-7 Agustus 2026. Tana Toraja menjadi wilayah dengan estimasi lahan terbakar terluas, mencapai sekitar 55 hektare.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi bencana yang paling banyak terjadi dalam pemantauan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) selama 6 Agustus pukul 07.00 WIB hingga 7 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan sejumlah daerah mengalami karhutla dengan luasan yang bervariasi. Sebagian besar kejadian dipicu kondisi cuaca pada musim kemarau.

Yang menjadi sorotan, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, mencatat estimasi lahan terbakar sekitar 55 hektare. Lokasi terdampak meliputi Kelurahan Rante Kalua, Kelurahan Mendetek, dan sebagian wilayah Kecamatan Makale.

Api berhasil dipadamkan pada Kamis, 6 Agustus 2026 pukul 20.30 WITA sehingga kondisi di lokasi telah terkendali.

Karhutla Terjadi di Sejumlah Provinsi

Selain Tana Toraja, karhutla juga terjadi di Kabupaten Belitung Timur dengan luas sekitar 13 hektare. Titik api tersebar di Desa Selingsing, Desa Lalang, dan Desa Mangkubang.

Sementara itu, Kabupaten Wonogiri mengalami kebakaran lahan seluas sekitar 2,5 hektare. Api berhasil dipadamkan pada 6 Agustus sehingga tidak lagi mengancam permukiman warga.

Di Sulawesi Utara, kebakaran melanda Kabupaten Bolaang Mongondow dengan luas sekitar 3,5 hektare. Hingga kini, petugas masih melakukan pemantauan untuk mengantisipasi munculnya titik api baru.

Selain itu, Kabupaten Kolaka Timur mencatat kebakaran sekitar 6 hektare yang berhasil dikendalikan pada hari yang sama.

Di Papua Barat Daya, luas karhutla di Kota Sorong bertambah menjadi sekitar 10 hektare. Kebakaran juga terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong dengan luas sekitar 5 hektare sebelum akhirnya berhasil dipadamkan.

BNPB Lanjutkan Pendampingan di Daerah Prioritas

BNPB menyatakan pendampingan penanganan karhutla terus dilakukan di sejumlah provinsi prioritas, antara lain Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.

Dalam praktiknya, dukungan meliputi operasi darat, bantuan tim udara, hingga Operasi Modifikasi Cuaca di wilayah dengan risiko kebakaran tinggi.

Selain karhutla, BNPB juga mencatat kekeringan di Kabupaten Bandung yang berdampak pada 7.980 kepala keluarga atau sekitar 25.830 jiwa. BPBD setempat telah menyalurkan sekitar 148.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak.