update kasus pajak KPK, sinar jiwaUpdate kasus pajak KPK mencakup pemeriksaan 10 saksi, penyitaan 1,3 kg emas dan Rp100 juta, serta pendalaman aliran uang Rp1,5 miliar.

Update kasus pajak KPK berlanjut dengan pemeriksaan 10 saksi dan penyitaan emas 1,3 kilogram serta uang tunai Rp100 juta.

Update kasus pajak KPK kini mengarah pada pendalaman aliran uang dan pihak lain yang terkait perkara Mulyono Purwo Wijoyo. Penyidik memeriksa 10 saksi di Surabaya dan Surakarta.

Pemeriksaan berlangsung setelah KPK menggeledah sejumlah lokasi pada 11-12 Agustus 2026. Penggeledahan menyasar wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Update Kasus Pajak KPK Fokus pada Aliran Uang

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan lima saksi menjalani pemeriksaan di Polrestabes Surabaya. Mereka terdiri atas dua pihak swasta dan tiga ASN Ditjen Pajak.

Sementara itu, lima saksi lainnya menjalani pemeriksaan di Polresta Surakarta. Empat saksi berasal dari pihak swasta, sedangkan satu lainnya merupakan ASN Ditjen Pajak.

Yang jadi sorotan, penyidik juga menyita emas seberat 1,3 kilogram dan uang tunai Rp100 juta. Barang tersebut ditemukan dari rumah seorang pegawai pajak di Malang.

Pengembangan Perkara Meluas ke Sejumlah Daerah

Selain Malang, KPK menggeledah Kanwil Ditjen Pajak Jawa Tengah II atau Kanwil Pajak Surakarta. Penyidik juga mendatangi sejumlah lokasi di Klaten, Jombang, Surabaya, dan Malang.

Dengan demikian, pengembangan perkara tidak lagi berfokus pada lokasi awal OTT. Penyidik kini menelusuri keterkaitan pihak dan aset melalui rangkaian pemeriksaan serta penyitaan.

Kasus ini bermula dari OTT KPK di KPP Madya Banjarmasin pada 4 Februari 2026. Sehari kemudian, KPK menetapkan Mulyono, Dian Jaya Demega, dan Venasius Jenarus Genggor sebagai tersangka.

Perkara tersebut berkaitan dengan pengurusan restitusi PPN PT Buana Karya Bhakti. Perusahaan mengajukan restitusi tahun pajak 2024 dengan status lebih bayar.

Berdasarkan pemeriksaan KPP, nilai lebih bayar mencapai Rp49,47 miliar. Setelah koreksi fiskal Rp1,14 miliar, nilai restitusi menjadi Rp48,3 miliar.

Dalam proses pengurusan itu, para tersangka diduga menerima uang Rp1,5 miliar. Uang tersebut kemudian terbagi sesuai jatah masing-masing.

Faktanya, KPK telah mengumumkan pengembangan perkara pada 20 Juli 2026. Pemeriksaan terbaru menjadi bagian dari upaya penyidik menelusuri dugaan aliran uang.

Di sisi lain, penyitaan emas dan uang tunai menambah barang bukti dalam pengembangan perkara. KPK masih mendalami hubungan barang tersebut dengan dugaan korupsi yang sedang disidik.

Lebih jauh, pemeriksaan 10 saksi juga membuka ruang bagi penyidik untuk menggali informasi dari pihak swasta dan ASN. KPK masih menelusuri pihak lain yang berkaitan dengan perkara tersebut.

Karena itu, perkembangan terbaru perkara kini bertumpu pada pemeriksaan saksi, penyitaan aset, dan penelusuran aliran uang Rp1,5 miliar.