Sinar Jiwa – Banjir Tangerang Selatan merendam sedikitnya 16 lokasi setelah hujan deras mengguyur sejak Senin (4/5/2026) sore hingga malam. Ketinggian air bervariasi antara 30 cm hingga 150 cm, dengan beberapa wilayah mengalami dampak paling signifikan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang Selatan mencatat bahwa genangan sempat menghambat aktivitas warga dan menutup akses jalan. Namun, kondisi di sejumlah titik kini mulai berangsur surut.
Wilayah Mana Saja yang Terdampak Banjir Tangerang Selatan?
Banjir Tangerang Selatan paling parah terjadi di Kecamatan Ciputat dan Pondok Aren. Di dua wilayah ini, ketinggian air mencapai lebih dari satu meter di beberapa lokasi.
Komandan Peleton Satgas BPBD Kota Tangerang Selatan, Dian Wiryawan, menjelaskan bahwa beberapa titik mengalami genangan cukup tinggi.
“Di Kampung Tembok Bolong dan Jalan Flamboyan Adiraga, Kecamatan Ciputat, ketinggian air mencapai 100 cm,” ujarnya.
Sementara itu, di kawasan Pondok Aren, genangan lebih tinggi tercatat di Jalan Ceger Raya dan Perumahan Pondok Sari.
“Di Jalan Ceger Raya dan Perumahan Pondok Sari, kedalaman air mencapai 150 cm,” jelasnya.
Selain dua kecamatan tersebut, BPBD juga mencatat total 16 titik terdampak yang tersebar di wilayah Tangerang Selatan.
Bagaimana Perkembangan Kondisi Banjir Saat Ini?
Menurut BPBD, genangan mulai berkurang sejak larut malam hingga dini hari. Proses surut terjadi antara pukul 23.45 WIB hingga 02.40 WIB.
Dalam perkembangan terbaru, sebagian besar wilayah telah mengalami penurunan ketinggian air. Meski begitu, masih terdapat sisa genangan di beberapa titik.
“Hanya Jalan Raya Ceger yang masih terdapat genangan, tetapi sudah dapat dilalui kendaraan,” tegas Dian.

Di sisi lain, kondisi ini menunjukkan bahwa sistem drainase mulai kembali berfungsi setelah intensitas hujan menurun.
Apa Penyebab Utama Banjir di Tangerang Selatan?
BPBD menyebut curah hujan tinggi sebagai faktor utama banjir Tangerang Selatan. Hujan dengan intensitas tinggi sejak sore menjadi pemicu utama meningkatnya volume air.
Dalam praktiknya, curah hujan yang tinggi dalam waktu singkat membuat aliran air tidak tertampung secara optimal. Hal ini berujung pada genangan di sejumlah wilayah.
Di waktu bersamaan, BPBD mengingatkan bahwa potensi cuaca ekstrem masih mungkin terjadi. Warga diminta tetap waspada selama musim hujan berlangsung.
“Untuk tetap waspada pada saat musim penghujan dan melaporkan bila ada penampakan genangan air,” imbau Dian.
Selain itu, masyarakat juga diminta menjaga kebersihan drainase lingkungan agar aliran air tidak terhambat.
Yang menjadi perhatian, kejadian ini kembali menegaskan kerentanan sejumlah wilayah terhadap hujan dengan intensitas tinggi. Dalam kondisi tersebut, pemantauan dan pelaporan cepat menjadi bagian penting dalam penanganan banjir.
