EkBis

Kekeringan Lahan Pertanian Bekasi, 539 Hektare Menanti Air

kekeringan lahan pertanian Bekasi
kekeringan lahan pertanian Bekasi

“Ini untuk membantu memenuhi kebutuhan air bagi lahan pertanian yang mengalami keterbatasan pasokan,” ujar Dodo Hadi Triwardoyo dari Dinas Pertanian. Kekeringan lahan pertanian Bekasi kini mencakup 539 hektare di 9 kecamatan dan 28 desa.

Selama kemarau panjang 2026, BPBDKabupaten Bekasi mencatat 539 hektare lahan pertanian mengalami kekeringan. Dampaknya menyebar ke 9 kecamatan dan 28 desa. Para petani di wilayah itu menghadapi pasokan air yang terbatas.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD, Dodi Supriadi, menyampaikan hal itu pada Rabu, 7 Oktober 2026. Ia menegaskan lembaganya tidak hanya mengurus air bersih warga. “Penanganan tidak hanya menyasar kebutuhan air masyarakat. Tetapi juga kami dorong untuk mendukung sektor pertanian yang terdampak kekeringan,” katanya.

Pompa Air dan Normalisasi Irigasi Jadi Andalan

Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi mengerahkan pompa air bantuan pemerintah ke area yang kekurangan pasokan. Petugas juga memastikan saluran irigasi tetap berfungsi. Selain itu, tim mendorong normalisasi saluran irigasi bersama sejumlah instansi berwenang. Upaya itu bertujuan menjaga pasokan air tetap mengalir ke lahan.

Dodo merinci mitra yang terlibat dalam kerja sama itu. “Untuk normalisasi saluran, kami bekerja sama dengan PJT II, BBWS Citarum, BBWS Cilicis. Kemudian dengan Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementerian Pertanian serta PSDA,” katanya.

Menurut Dodo, koordinasi itu penting agar persoalan air tidak berhenti di tingkat lahan. Penanganan juga harus mencakup jaringan saluran yang menjadi bagian dari sistem pengairan.

Delapan Kecamatan Terdampak dan Langkah Teknis di Lapangan

Hasil pemantauan Dinas Pertanian menunjukkan delapan kecamatan kini berada di zona kekeringan. Wilayah itu meliputi Babelan, Sukawangi, Tambelang, Sukakarya, Karangbahagia, Bojongmangu, Cibarusah, dan Serangbaru. Kecamatan-kecamatan itu menjadi fokus pemantauan petugas. “Kami juga melakukan koordinasi dengan BPBD untuk langkah-langkah penanganan. Serta antisipasi di wilayah yang terdampak kekeringan,” ujar Dodo.

Dodi Supriadi merinci langkah teknis lain di lapangan. Petugas menggelar pompanisasi di wilayah pertanian dan menormalisasi saluran irigasi. Mereka juga menertibkan bangunan liar di aliran sungai serta membersihkan dan mengangkut sampah. “Semua upaya tersebut membutuhkan koordinasi lintas sektor. Sehingga penanganan kekeringan dapat dilakukan secara lebih efektif dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” kata Dodi.kekeringan lahan pertanian Bekasi 2.webp (298 KB)

Menanti Air untuk Sawah di Kabupaten Bekasi

Ratusan hektare lahan pertanian kini bergantung pada pompa, saluran irigasi, dan kerja sama lintas instansi. Kecepatan air mengalir ke lahan akan memengaruhi hasil panen petani. Kabupaten Bekasi masih harus menjaga dua hal sekaligus: air bersih untuk warga dan air untuk sawah.