Pemerintah Kabupaten Bogor memastikan lelang pembangunan Flyover Bomang digelar pertengahan Desember 2026. Proyek infrastruktur ini diharapkan memperlancar konektivitas warga utara menuju pusat pemerintahan Cibinong.
Kabupaten Bogor, Jawa Barat, semakin serius mempercepat pembangunan infrastruktur strategis. Bupati Bogor Rudy Susmanto menyatakan lelang dini Flyover Bojonggede-Kemang atau Bomang akan dilaksanakan pada pertengahan Desember 2026. Keputusan ini diambil setelah rapat koordinasi di Cibinong, Selasa 3 November 2026, dan diperkuat pernyataan resmi pada Rabu 4 November 2026.
Proyek yang sudah lama dinantikan warga Bojonggede, Kemang, hingga Parung ini masuk daftar sekitar sepuluh pekerjaan prioritas tahun anggaran 2027. Pemkab Bogor memilih mekanisme lelang dini agar pekerjaan fisik bisa dimulai segera setelah APBD 2027 disahkan. Targetnya, kontrak ditandatangani Januari 2027 dan konstruksi dimulai akhir bulan yang sama.
Anggaran Tahap Satu Hampir Rp190 Miliar
Menurut Bupati Rudy Susmanto, Flyover Bomang dirancang dua lajur dengan total anggaran hampir Rp400 miliar. Karena keterbatasan anggaran, tahap pertama hanya membangun satu lajur senilai sekitar Rp190 miliar berdasarkan detail engineering design. Lajur tersebut tetap bisa digunakan dua arah sementara. Pembangunan tahap kedua dijadwalkan 2028.
Ia menegaskan, “Kami rencanakan di pertengahan bulan Desember 2026, flyover Bomang, apabila disetujui oleh DPRD Kabupaten Bogor, kami akan melaksanakan lelang di Desember, berarti bulan depan.” Pernyataan itu disampaikan Rudy di hadapan wartawan pada Rabu 4 November 2026.
Infrastruktur ini akan menghubungkan Jalan Tegar Beriman dengan jalur Bomang. Selama ini, lintasan rel KRL Bogor-Jakarta memisahkan dua kawasan tersebut. Warga Bojonggede dan Kemang harus memutar jauh lewat Tol BORR atau Sentul untuk mencapai pusat pemerintahan di Cibinong. Setelah flyover berdiri, jarak tempuh akan jauh lebih pendek dan waktu perjalanan berkurang signifikan.
Manfaat Langsung bagi Warga Utara Bogor
Rudy menekankan pentingnya segera memulai proyek. “Kita mulai dulu satu jalur yang akan mengkoneksikan Jalan Tegar Beriman dengan Jalan Bomang. Jika tidak segera dimulai dan ditunda-tunda, harga material akan semakin naik dan aksesibilitas masyarakat terhambat,” ujarnya. Target akhir 2027, jalur tersebut sudah bisa dilintasi dan terhubung penuh.
Selain flyover, Pemkab Bogor juga menyiapkan lelang dini untuk embarkasi haji dan umrah di kawasan Stadion Pakansari. Anggaran yang dialokasikan mencapai Rp142 miliar. Kedua proyek ini menjadi bukti komitmen pemerintah daerah mempercepat pembangunan yang berdampak langsung pada kehidupan warga.
Kepala Bagian Unit Layanan Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah Kabupaten Bogor, Arie Fikriansyah, menjelaskan proses lelang dini dijadwalkan Desember 2026. Setiap paket harus dilengkapi dokumen perencanaan, DED, alokasi anggaran, serta permohonan resmi. Pengumuman lewat LPSE wajib dilakukan di bulan Desember agar masuk kategori tender dini. Kontrak baru ditandatangani setelah APBD 2027 sah.
Pembangunan Flyover Bomang juga menjadi bagian dari penataan kawasan lebih luas. Rudy menyebutkan, setelah flyover terhubung ke Simpang Bomang, wilayah ke arah Kemang, Parung, dan Ciseeng akan ditata bersama. Normalisasi saluran irigasi dan sungai dari Tol Salabenda hingga kawasan tersebut juga digarap tahun ini untuk mengurangi risiko banjir.
Persiapan Lahan dan Sinergi dengan Provinsi
Sebelum konstruksi dimulai, Pemkab Bogor menyelesaikan penetapan lokasi, appraisal, dan pembebasan lahan. Beberapa jembatan pendukung di jalur Bomang, seperti Jembatan Sitanggerang dan Jembatan Pesanggrahan, ditargetkan selesai lebih dulu. Keberadaan jembatan tersebut menjadi fondasi penting agar flyover bisa berfungsi optimal.
Informasi dari Antara News dan Detik menyebutkan, proyek ini sempat direncanakan dengan dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Namun dalam pernyataan terbaru, Bupati Rudy menegaskan tahap pertama sepenuhnya menggunakan APBD Kabupaten Bogor tahun 2027. Kolaborasi tetap terbuka untuk tahap lanjutan.
Warga sekitar mengaku lega mendengar kepastian jadwal lelang. Selama bertahun-tahun mereka menghadapi kemacetan panjang di perlintasan rel dan jalur yang terputus. Flyover Bomang bukan sekadar bangunan beton, melainkan harapan agar aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan publik di wilayah utara Bogor menjadi lebih lancar.
Pemkab Bogor terus menekankan bahwa seluruh program strategis 2027, termasuk Flyover Bomang, disusun untuk kepentingan masyarakat. Infrastruktur yang dibangun harus terencana, bertahap, dan menjawab kebutuhan nyata warga. Dengan lelang yang dijadwalkan Desember 2026, tahun depan diharapkan menjadi momentum nyata perubahan konektivitas di Bumi Tegar Beriman.