Orang Tua Diminta Lengkapi Vaksinasi Campak Anak Sebelum Mudik

Vaksinasi Campak

sinarjiwa.id – Tenaga kesehatan mengimbau orang tua untuk melengkapi vaksinasi campak anak sebelum musim mudik Lebaran dimulai. Imbauan ini muncul karena mobilitas masyarakat yang meningkat dinilai dapat memperbesar risiko penularan penyakit campak pada anak balita.

Direktur Rumah Vaksinasi Pusat dr. Elsa Hufaidah mengatakan periode libur hari raya biasanya membuat anak-anak bertemu banyak orang dalam waktu singkat. Kondisi tersebut meningkatkan kemungkinan penyebaran penyakit menular.

Kan kita mau sebentar lagi hari raya, pasti orang pada mudik ya, dan akan bertemu banyak orang,” kata Elsa saat ditemui media di klinik Rumah Vaksin di Jakarta.

Menurutnya, situasi itu membuat vaksinasi campak menjadi langkah penting untuk melindungi anak sebelum perjalanan mudik dilakukan.

Imbauan Vaksinasi Campak Menjelang Lonjakan Mobilitas

Elsa menjelaskan bahwa penyakit campak termasuk salah satu infeksi yang sangat mudah menular. Virus ini dapat berpindah melalui udara dari percikan penderita saat batuk atau bersin.

Baca Juga :  BKKBN Ungkap 8,1 Juta Keluarga Risiko Stunting di Indonesia

Karena itu, anak yang belum mendapatkan vaksinasi memiliki risiko lebih tinggi tertular ketika berada di lingkungan yang ramai.

Untuk penyakit-penyakit menular, seperti campak ini juga menjadi perhatian khusus ya, karena memang campak ini sangat menular,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa satu pasien campak dapat menularkan virus kepada banyak orang di sekitarnya. Kelompok yang paling rentan adalah anak usia 9 bulan hingga 59 bulan.

Dalam kondisi mobilitas tinggi seperti musim mudik, interaksi antarindividu meningkat secara signifikan. Situasi tersebut memperbesar peluang penularan apabila ada penderita campak di lingkungan sekitar.

Risiko Kesehatan Jika Anak Belum Divaksin

Elsa menjelaskan bahwa campak tidak hanya menyebabkan demam dan ruam pada kulit. Dalam beberapa kasus, penyakit ini dapat berkembang menjadi komplikasi serius.

Campak berat itu bisa komplikasinya pada radang paru atau pneumonia, kemudian radang otak, kemudian diare yang terus-menerus,” katanya.

Baca Juga :  Vaksinasi Campak Gratis Dibuka Jelang Mudik Lebaran

Komplikasi tersebut dapat muncul terutama pada anak yang daya tahan tubuhnya rendah atau belum mendapatkan vaksinasi lengkap.

Jika tertular campak, anak biasanya mengalami demam selama beberapa hari sebelum muncul ruam kemerahan. Gejala lain yang kerap muncul antara lain batuk, pilek, serta mata yang tampak merah.

10 Negara Dengan Wabah Campak Tertinggi
10 Negara Dengan Wabah Campak Tertinggi

Tahapan Gejala Campak pada Anak

Gejala campak biasanya berkembang secara bertahap setelah anak terpapar virus.

Tahapan gejala campak:

  • Demam selama dua hingga empat hari
  • Muncul ruam kemerahan pada kulit
  • Batuk dan pilek
  • Mata memerah
  • Ruam menyebar dari wajah ke seluruh tubuh

Penularan dapat terjadi dalam rentang dua hingga sepuluh hari setelah anak pertama kali terpapar virus.

Kekhawatiran KIPI dan Penjelasan Tenaga Kesehatan

Di sisi lain, Elsa mengakui sebagian orang tua masih ragu melakukan vaksinasi karena khawatir terhadap kejadian ikutan pasca imunisasi atau KIPI.

Baca Juga :  Campak di Aceh: Tenaga Kesehatan Akan Jalani Imunisasi

Namun ia menjelaskan bahwa efek setelah vaksinasi umumnya bersifat ringan dan jarang terjadi.

KIPI setelah vaksinasi biasanya demam namun jarang terjadi dan muncul pada hari ke 5 setelah vaksin,” ujarnya.

Demam tersebut, kata dia, dapat diatasi dengan obat penurun panas. Ia menegaskan bahwa risiko efek samping tersebut jauh lebih ringan dibandingkan dampak penyakit campak jika anak tidak mendapatkan vaksinasi.