Aksi jual panik menghantam bursa Seoul pada Selasa, 13 Oktober 2026, dan saham Samsung serta SK Hynix rontok. Pemicunya adalah terobosan chip CXMT berdesain 4F², yang Presiden Cao Kanyu umumkan di Shanghai pada 10 Oktober.
Bagi para investor, Selasa itu datang dengan kabar buruk beruntun. Kekhawatiran muncul bukan karena produk sudah beredar, melainkan karena klaim berani dari pesaing asal China.
CXMT Corp. menyatakan telah mencapai kemajuan teknologi memori, bidang yang selama bertahun-tahun menjadi target Samsung Electronics. Menurut Bloomberg, klaim tersebut belum terbukti secara independen.
Terobosan Chip CXMT dan Arti Desain 4F²
Presiden CXMT Cao Kanyu menyampaikan rencana itu dalam konferensi industri di Shanghai pada Sabtu, 10 Oktober 2026. Perusahaan akan meluncurkan chip untuk server pusat data dengan desain 4F² sebelum akhir tahun. Produknya berupa modul memori server DDR5 RDIMM, menurut laporan Sammy Fans. Juru bicara CXMT mengonfirmasi pernyataan itu kepada Bloomberg, tetapi Cao menolak membeberkan rincian lebih jauh.
Angka 4F² merujuk pada luas satu sel memori DRAM, yakni empat kali kuadrat ukuran fitur chip. Ukuran fitur sendiri adalah lebar garis dasar antara transistor. Standar industri saat ini masih 6F², jadi desain 4F² memungkinkan sel yang sama menempati area lebih kecil dengan efisiensi tinggi.
Cao menjelaskan bahwa CXMT mengubah tata letak transistor lewat teknik penumpukan. Pendekatan bernama Vertical Surrounding Gate itu bertujuan menekan kebocoran arus, masalah lama yang menghambat upaya pesaing menyusutkan sel melampaui 6F².
Saham Samsung dan SK Hynix Rontok di Seoul
Pasar bereaksi cepat. Pada Selasa, 13 Oktober 2026, saham Samsung merosot 7,39 persen ke 232.000 won saat penutupan. SK Hynix anjlok lebih dalam, yakni 10,09 persen ke level 1.443.000 won, menurut catatan Sammy Fans.
Tekanan merembet ke indeks Kospi. Technology.org mencatat indeks acuan Korea Selatan itu kehilangan sekitar 5,5 persen dan berakhir di 6.035,35. Samsung dan SK Hynix menyumbang kira-kira separuh bobot Kospi, sehingga keraguan terhadap keduanya menyeret seluruh indeks.
Sehari sebelumnya, saham Micron Technology Inc. turun sekitar 3,9 persen di New York. Penurunan itu ikut membebani sentimen ketika bursa Seoul dibuka.
Direktur pelaksana Union Bancaire Privee, Vey-Sern Ling, menilai pasar sedang mencari alasan untuk melepas saham. “Para investor sedang gelisah dan mencari alasan untuk mengambil untung dari saham-saham terkait AI yang kinerjanya melampaui pasar tahun ini, terutama saham-saham di sektor memori,” katanya.
Analis Menahan Euforia soal Hasil Produksi
Tidak semua pelaku pasar ikut panik. Analis Morningstar Jing Jie Yu mengakui keuntungan kompetitif yang bisa CXMT raih. “Penerapan arsitektur 4F² yang sukses dan lebih awal dalam produksi DRAM akan secara signifikan meningkatkan posisi kompetitif CXMT dibandingkan dengan para pesaingnya,” ujarnya.
Namun, Yu mengingatkan bahwa transisi ini sulit bagi semua pihak. Ia masih memperkirakan jeda waktu yang signifikan antara peluncuran produk 4F² CXMT dan komersialisasinya dengan hasil produksi memadai.
Mantan peneliti SK Hynix, Chung In-sung, menyuarakan keraguan serupa kepada Korea JoongAng Daily. Menurutnya, belum jelas apakah CXMT mampu memproduksi chip cukup banyak untuk memengaruhi pasar, meski produknya rilis akhir tahun.
Samsung dan SK Hynix juga tidak berdiam diri. Menurut Sammy Fans, Samsung memamerkan chip 4F² berkapasitas 16Gb di konferensi ISSCC Februari 2026 dan menargetkan produksi massal pada 2028. SK Hynix memaparkan peta jalan 4F² gerbang vertikal pada 2025. Gulf News mencatat, belum ada produsen mapan yang mencapai komersialisasi skala besar.
Langkah China Menembus Sanksi AS
Jika klaim CXMT terbukti, perusahaan itu menyalip Samsung dan SK Hynix. Itu terjadi meski sanksi AS melarang akses ke peralatan kelas atas, seperti mesin ASML Holding NV. Bloomberg menyebut langkah ini contoh terbaru solusi inovatif perusahaan China, dari Huawei hingga DeepSeek, untuk mengatasi pembatasan teknologi AS.
Pijakan CXMT juga menguat. Counterpoint Research mencatat pangsa pasar DRAM perusahaan naik menjadi 10 persen pada kuartal kedua 2026, dari 4 persen setahun sebelumnya. Saham CXMT sempat melonjak 466 persen saat debut di Shanghai pada Juli, menurut Technology.org.
Kelemahannya masih jelas. CXMT tertinggal dalam memori berbandwidth tinggi (HBM), jenis semikonduktor pada akselerator AI Nvidia Corp. Perusahaan juga berupaya keras menggenjot produksi memori canggih untuk memenuhi permintaan AI yang melonjak. Menurut Bloomberg, kemampuan itu juga menempatkan CXMT lebih baik saat krisis pasokan global mereda dalam beberapa tahun mendatang.
Dampak bagi Investor dan Industri Memori
Pada akhirnya, kepanikan di bursa Seoul menunjukkan betapa sensitif pasar terhadap satu kalimat dari panggung konferensi. Investor yang membeli saham memori demi gelombang AI menanggung guncangan paling langsung. Insinyur dan pemasok di Korea Selatan, Amerika Serikat, dan China kini menunggu bukti. Modul 4F² CXMT harus benar-benar rilis dan lolos uji hasil produksi. Sebelum itu terjadi, klaim CXMT tetap sebatas janji.