Kesehatan

Suntik Vitamin Karhutla Kalteng, Petugas Bertahan dari Asap

suntik vitamin karhutla Kalteng
suntik vitamin karhutla Kalteng

Di tengah kabut asap Palangka Raya, petugas dan relawan menerima suntik vitamin karhutla Kalteng, Minggu (25/10). Yayasan Seribu Senyum dan jaringan layanan kesehatan menggelar pemeriksaan gratis di Pusdalops BPBD Kalteng demi menjaga stamina petugas.

Layanan itu berlangsung di Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Provinsi Kalimantan Tengah, Palangka Raya. Jaringan layanan kesehatan dan laboratorium klinik turun tangan bersama Yayasan Seribu Senyum. Tim memeriksa kondisi tubuh petugas, lalu memberikan suntikan vitamin tanpa biaya. Sasarannya ialah petugas dan relawan pemadam yang bekerja di garis depan penanganan karhutla.

Menurut pemberitaan, layanan ini membantu menjaga kondisi kesehatan dan stamina petugas. Alasannya jelas: mereka bekerja di tengah paparan asap selama penanganan karhutla. Asap yang terhirup berhari-hari membuat tubuh mudah lelah dan rentan terganggu.

Pemeriksaan kesehatan dan suntikan vitamin ini berbeda dari pengobatan penyakit. Fungsinya mendukung daya tahan dan membantu mengenali keluhan awal sebelum petugas kembali ke lapangan.

Petugas Karhutla Kalteng yang Tumbang Kelelahan

Kebutuhan akan layanan semacam ini bukan tanpa sebab. Metro melaporkan enam petugas gabungan tumbang karena kelelahan dan paparan asap setelah hampir sebulan memadamkan api di Kalimantan Tengah. Salah satunya Koordinator Lapangan Relawan Damkar Dinas Kehutanan Kalteng, Bagus. Petugas yang sakit mendapat vitamin dan perawatan medis, lalu diminta beristirahat sampai pulih.

Kisah serupa muncul di Kotawaringin Barat. Dalam peninjauan pada Rabu, 26 Agustus 2026, Danton Tim Reaksi Cepat BPBD Kobar, Sayit Abdul Badawi, menyebut asap membuat petugas batuk dan pilek. Lahan gambut yang amblas juga membuat sebagian petugas cedera. Tim medis di posko menangani keluhan tersebut.

Kondisi itu membuat pemeriksaan rutin menjadi kebutuhan, bukan sekadar bantuan tambahan. RRI melaporkan petugas Damkar Dishut Kalteng yang bersiaga di Tumbang Nusa, Pulang Pisau, juga menjalani pemeriksaan kesehatan rutin dari tim medis Betang Pambelum.petugas Damkar Dishut Kalteng

Dukungan Kesehatan untuk Relawan Terus Berdatangan

Jumlah orang yang turun ke lapangan tidak sedikit. Gubernur Agustiar Sabran mengerahkan sekitar 10 ribu personel gabungan dari ASN dan relawan ke titik rawan di seluruh kabupaten dan kota, menurut RCTI+. Semakin banyak orang bekerja, semakin besar pula kebutuhan menjaga kesehatan mereka.

Kehadiran layanan di Pusdalops menambah panjang daftar dukungan bagi pekerja lapangan. Pemprov Kalteng sudah membagikan masker dan vitamin kepada warga terdampak. Gubernur Agustiar Sabran juga menyatakan pemerintah menyiapkan asuransi bagi relawan karhutla di seluruh Kalimantan Tengah.

Dari pusat, Kementerian Kesehatan menyiapkan 637 ribu masker dan alat kesehatan, termasuk oksigen dan vitamin, menurut Pradana Media. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dijadwalkan berkunjung ke Palangka Raya pada Jumat, 23 Oktober 2026. Sektor jasa keuangan menyalurkan 200 paket berisi masker respirator, sembako, dan vitamin, menurut ANTARA.

Vitamin Bukan Pengganti Pelindung Diri

Suntikan vitamin hanya bagian dari perawatan pendukung. Vitamin tidak menetralkan asap dan tidak menyembuhkan gangguan pernapasan. Petugas tetap perlu memakai masker yang sesuai, minum cukup air, dan bergantian beristirahat. Siapa pun yang mengalami batuk berkepanjangan, sesak napas, atau pusing sebaiknya segera menemui tenaga medis di posko.

Penting pula pemeriksaan sebelum suntikan. Tenaga kesehatan dapat menanyakan riwayat alergi dan kondisi tubuh sebelum memberikan vitamin. Petugas sebaiknya menyampaikan obat yang sedang dikonsumsi agar penanganan tetap aman.

Sisi Manusia di Balik Asap Karhutla

Di balik angka dan laporan, ada manusia yang terus bekerja. Kompas pada 20 Oktober 2026 mencatat dua remaja, Fardan (16) dan Aji (15), sebagai relawan pemadam di Palangka Raya. Keduanya membagi waktu antara sekolah daring dan tugas lapangan. Selepas belajar pagi, mereka melanjutkan tugas sampai pukul 20.00 WIB.

Bagi petugas dan relawan, layanan di Pusdalops BPBD Kalteng menjadi jeda singkat untuk memastikan tubuh masih kuat. Dukungan semacam itu belum menghentikan api, tetapi menjaga orang-orang yang berjuang memadamkannya. Selama asap belum reda, pemeriksaan berkala, istirahat cukup, dan perlindungan pernapasan tetap menjadi kunci. Kesehatan petugas memengaruhi seberapa lama penanganan karhutla bisa bertahan.