Daerah

Mitigasi Karhutla Kalimantan: Menhut Ajak Warga Tetap Siaga

Menhut Raja Juli Antoni menegaskan mitigasi karhutla Kalimantan terus diperkuat pada awal November 2026, saat hujan alami belum turun. Kemenhut mengetatkan pengamanan bekas lahan terbakar di Kalimantan Tengah, sementara Kemenkes mencatat 401.586 kasus ISPA di tujuh provinsi.

Mitigasi Karhutla Kalimantan Diperkuat Sampai Hujan Turun

Peringatan itu datang dari lapangan, bukan dari balik meja. Menhut meninjau penanganan api di Hutan Lindung Liang Anggang, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada Senin (12/10/2026). Gubernur Kalsel Muhidin ikut mendampingi, seperti dilaporkan jpnn.

Di lokasi itu, Raja Juli menyampaikan prakiraan BMKG soal curah hujan. “Hujan alami itu baru akan hadir di Kalsel ini pada pertengahan November,” ujarnya. Dasarian kedua November berarti periode 11 sampai 20 November, menurut Suara Surabaya.

Menhut lalu meminta pemerintah daerah, TNI-Polri, Manggala Agni, dan relawan memperkuat koordinasi. Alasannya jelas. Sebagian wilayah Kalsel berupa gambut, dan api di lahan itu bisa membesar lagi saat petugas lengah.

Kewaspadaan ini punya latar panjang. Kemenhut mengaku sudah menyiapkan langkah antisipasi sejak 11 Maret 2026, termasuk menghadapi potensi El Nino. Pada awal April, posko pengendalian di Kalimantan Barat mulai aktif setelah titik panas bertambah, menurut rilis Kemenhut 21 Oktober 2026.

Kemenhut menempatkan sekitar 2.200 personel di Kalimantan, termasuk tambahan 700 orang di Kalimantan Barat. Presiden Prabowo Subianto juga membentuk Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional pada 24 September 2026. Pelantikan Satyawan Pudyatmoko sebagai kepala badan itu berlangsung pada 15 Oktober.

Wakil Menko Pangan Hanif Faisol Nurrofiq turut meninjau lahan terdampak di Kalimantan Selatan. Ia menawarkan pembalikan jerami memakai alat mesin pertanian agar api tidak meluas ke wilayah lain, seperti diberitakan detik.

Pengamanan Bekas Lahan Terbakar di Kalimantan Tengah

Mitigasi tidak berhenti setelah api padam. Pada Minggu (1/11/2026), Menhut menjelaskan pemasangan plang peringatan di sejumlah titik bekas karhutla di Kalimantan Tengah, sebagaimana diberitakan ANTARA.

Plang itu melarang aktivitas tanpa izin di area pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) yang sudah terkena sanksi. Sanksinya berupa pembekuan izin dan kewajiban memulihkan ekosistem hutan. Kemenhut menilai lahan pascakebakaran rawan dimanfaatkan secara ilegal, termasuk untuk pembalakan liar.

Menhut juga menyoroti keterbatasan polisi hutan. Ia menolak menjadikan hal itu alasan untuk mengendurkan perlindungan hutan. “Justru kita harus bekerja dengan lebih cerdas, ya, taktis,” katanya.

Menurut Menhut, Presiden Prabowo memutuskan kedatangan generasi muda sebagai polisi hutan baru. Jumlahnya, kata dia, sampai 70 ribu orang.

Relawan karhutla di Kalimantan punya penilaian serupa. Dalam rilis Kemenhut, seorang relawan bernama Linus menilai Menhut sudah siaga sebelum api muncul. Menurut rilis itu, Menhut mendatangi Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Timur untuk memastikan kesiapan personel. Penilaian ini berasal dari rilis Kemenhut sendiri, sehingga pembaca perlu membandingkannya dengan data lapangan.

Dampak bagi Warga: Kabut Asap dan Kasus ISPA

Bagi warga, mitigasi berarti udara yang layak dihirup. Kementerian Kesehatan mencatat 401.586 kasus ISPA kumulatif di tujuh provinsi dan 63 kabupaten/kota. Data pemantauan per 2 November 2026 itu dikutip ANTARA.

Tujuh provinsi itu terdiri atas empat provinsi di Kalimantan, ditambah Jambi, Riau, dan Sumatera Selatan.

Angka itu belum berhenti naik. Anggota DPR Asep menyebut tambahan 3.906 kasus baru hanya dalam satu hari, seperti ditulis ANTARA. Kemenkes pun mengerahkan tenaga kesehatan lintas kompetensi dan logistik ke daerah terdampak.

Ada kabar yang sedikit melegakan. Menhut menyebut titik panas di Kalimantan Selatan kini terendah di Kalimantan, menurut IDN Times. ANTARA juga memberitakan titik panas menurun, tetapi Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat masih menjadi pekerjaan rumah.

Langkah Sederhana bagi Warga Selama Musim Kering

Warga juga punya peran. Imbauan Kemenhut jelas: jangan membakar lahan saat membuka kebun.

  • Laporkan titik api ke BPBD atau Manggala Agni terdekat.
  • Pakai masker saat kabut asap menebal, terutama untuk balita dan lansia.
  • Periksakan diri ke fasilitas kesehatan bila batuk dan sesak berlanjut.
  • Pantau prakiraan BMKG sebelum membuka atau membersihkan lahan.

Kewaspadaan Belum Boleh Kendur

Hujan alami memang belum turun di sebagian Kalimantan. Selama itu, pemerintah menjaga api, mengamankan bekas lahan terbakar, dan merawat warga yang sesak napas. Prakiraan BMKG bisa berubah, jadi kewaspadaan tetap menjadi pegangan sampai air dari langit benar-benar datang.