Hiburan

Konser Andrea Bocelli Jakarta Ricuh, 33 Orang Terluka

Aksi Penolakan konser Andrea Bocelli Jakarta
Aksi Penolakan konser Andrea Bocelli Jakarta

Konser Andrea Bocelli Jakarta tetap digelar di JIExpo Kemayoran, Selasa (3/11/2026) malam, meski ratusan massa menolaknya. Protes soal sikap sang tenor terhadap Palestina itu berujung ricuh dan melukai 33 orang, termasuk anggota TNI dan polisi.

Penyanyi tenor asal Italia itu tampil dalam tur Romanza 30th Anniversary World Tour. Menurut iNews, pertunjukan di JIExpo New Hall mulai pukul 20.00 WIB. Promotor Shoemaker Live menegaskan konser berjalan sesuai agenda. Mereka mengklaim acara ini membawa pesan perdamaian, persatuan, dan persaudaraan global lewat seni musik.

Di dalam arena, Bocelli membawakan komposisi opera klasik dan sejumlah lagu populer dari album Romanza rilisan 1997. Jakarta Concert Orchestra mengiringinya di bawah arahan komposer Avip Priatna, menurut Journalist Independent. Sebelumnya, ia tampil di kawasan Candi Borobudur, Magelang, pada 31 Oktober 2026. Rangkaian acara di dalam venue berlangsung hingga selesai. Setelah pertunjukan berakhir, Bocelli dievakuasi dengan aman.

Alasan Massa Menolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta

Gelombang penolakan sebenarnya sudah terasa sejak pekan lalu. Majelis Ulama Indonesia (MUI) lewat surat pernyataan pada Oktober 2026 mendesak pemerintah membatalkan konser ini, menurut Republika. Pada Jumat (30/10/2026), massa Front Persaudaraan Islam (FPI) menggelar aksi damai di depan Balai Kota DKI Jakarta. Mereka meminta pemerintah mempertimbangkan kembali penyelenggaraan konser tersebut.

Selasa siang, ratusan massa Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) berkumpul di Patung Kuda, Jakarta Pusat, sambil mengibarkan bendera Palestina. Mereka mengaku belum mendengar Bocelli menyatakan keberpihakan pada kemerdekaan Palestina. Pembina GPCI Bachtiar Nasir mempertanyakan label kemanusiaan dalam konser itu. "Apa yang dia sebut sebagai konser kemanusiaan adalah konser kemanusiaan yang tidak berimbang," ujarnya, menurut JawaPos.

Penolak konser juga menuding Bocelli bersikap pro-Israel. Tudingan itu datang dari pihak penolak, dan kami belum menemukan tanggapan resmi dari Bocelli. Bachtiar turut mengajak publik memboikot siapa pun yang terlibat menyelenggarakan acara, termasuk produk yang mereka nilai mendukung penjajahan.

Kronologi Ricuh di Luar Venue JIExpo Malam Itu

Polisi menerima pemberitahuan aksi dari sekitar 300 orang. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyebut aksi sore itu mulai sekitar pukul 15.30 WIB. Aksi tersebut berlangsung hingga 18.00 WIB. Massa kemudian salat magrib dan membubarkan diri. Namun, kelompok dari Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Utara, dan Bogor kembali hadir untuk menolak konser.

Perwakilan penolak sempat bertemu panitia sebanyak tiga kali, tetapi pembicaraan buntu. "Sudah diadakan pertemuan tiga kali tetapi ini tidak menemukan titik temu," kata Budi, menurut tvOnenews. Setelah itu, massa melempar batu ke arah petugas.

Okezone melaporkan massa sempat merobohkan pagar pembatas dan berhadapan dengan aparat. Video yang beredar di media sosial memperlihatkan massa menerobos barikade, melempar benda, batu, dan bambu ke arah polisi. Habib Bahar bin Smith terlihat hadir memimpin massa dari elemen FPI dan Persaudaraan Muslim.

33 Orang Terluka, Polisi Pastikan Tak Ada yang Diamankan

Akibat bentrokan itu, 33 orang terluka. Korban terdiri atas petugas TNI, polisi, dan masyarakat. Biddokkes Polda Metro Jaya menangani para korban. Menurut Budi, tiga orang masih menjalani rawat inap di sejumlah rumah sakit karena luka atau sesak napas akibat terhimpit. Polisi juga memastikan tidak ada pihak yang diamankan, menurut tvOnenews.

Habib Bahar ikut terluka, menurut laporan tvOnenews. Ia menyatakan penolakan konser punya sebab dan alasan.

Respons Pemprov DKI dan Izin Konser Andrea Bocelli

Sebelum hari konser, Gubernur Jakarta Pramono Anung membuka suara soal kritik terhadap acara ini. Ia menegaskan promotor sudah mengantongi izin dari sejumlah instansi terkait. Pramono mengaku jarang berkomentar soal acara tersebut. "Saya hampir nggak pernah memberikan statement tentang konser ini," ujarnya, menurut RCTI+. Pemprov Jakarta memilih mengikuti keputusan pemerintah pusat.

Fakta Singkat Penolakan Konser Andrea Bocelli

  • Tanggal dan tempat: Selasa (3/11/2026), JIExpo New Hall Kemayoran, Jakarta Pusat.
  • Penyelenggara: Shoemaker Live, tur Romanza 30th Anniversary World Tour.
  • Penolak: GPCI, FPI, Persaudaraan Muslim, dan surat pernyataan MUI.
  • Dampak: 33 orang terluka, tiga masih rawat inap, tidak ada yang diamankan.

Kasus ini memperlihatkan betapa tipis jarak antara panggung musik dan panggung politik. Satu sisi memegang izin dan pesan perdamaian, sisi lain membawa kepedihan atas Palestina. Di tengah tarik-menarik itu, puluhan orang menanggung luka. Kami akan terus memantau perkembangan, termasuk sikap resmi para pihak.