Menjelang akhir 2026, anak muda Indonesia lebih sering memamerkan catatan lari pribadi daripada tas dan gawai mewah. Pada Selasa (27/10/2026), tren healthy lifestyle tercatat menggeser flexing barang mewah karena anak muda kian waspada penyakit kronis.
Akhir pekan dulu identik dengan pesta, nongkrong sampai pagi, dan pamer gawai terbaru. Sekarang sebagian anak muda justru bangun pagi untuk long run, antre di run club, atau berlatih menghadapi kompetisi HYROX. Menurut laporan Jurnas, olahraga tidak lagi berhenti pada urusan kebugaran. Aktivitas itu kini menjadi cara bergaul, mencari pengalaman, sekaligus menunjukkan pencapaian.
Angka-angkanya mendukung gambaran itu. Jurnas mencatat lebih dari 500 event lari berlangsung di 34 provinsi dan lebih dari 200 kota sepanjang 2026. BTN Jakarta International Marathon 2026 diikuti 45.500 pelari, naik sekitar 47 persen dari penyelenggaraan 2025. Sementara itu, HYROX Jakarta pada Juni 2026 menarik lebih dari 11.500 peserta dalam dua hari. Kementerian Pemuda dan Olahraga menyebut HYROX sebagai bagian dari fenomena hybrid fitness.
CNN Indonesia pada 18 Juni 2026 memuat data senada. Tujuh dari sepuluh masyarakat Indonesia disebut menjadikan lari dan aktivitas luar ruang bagian keseharian. Jumlah klub lari ikut naik 3,5 kali lipat dalam beberapa tahun terakhir. Jurnas, di sisi lain, menyebut running club melonjak hampir enam kali lipat pada 2025. Kedua angka memakai periode berbeda, sehingga pembaca sebaiknya melihatnya sebagai arah tren, bukan hitungan tunggal.
Flexing Barang Mewah Kehilangan Pamornya
Pergeseran ini tidak muncul tiba-tiba. IDN Times mencatat sebagian Gen Z meninggalkan flexing karena terasa melelahkan secara mental. Terlalu sering membandingkan diri justru membuat rasa kurang terus menghantui. Validasi dari layar tidak selalu sebanding dengan ketenangan batin. Karena itu, mereka memilih berbagi cerita yang jujur, bukan sekadar citra sukses.
Maknanya pun ikut bergeser. Menurut Jurnas, flexing hari ini tidak lagi memamerkan apa yang dimiliki, tetapi apa yang berhasil dicapai. Contohnya personal record maraton atau finis di HYROX. Produsen FiberCreme menggelar turnamen tenis di Jakarta pada 19-20 September 2026 untuk menangkap tren itu. Juwono Hartanto, Chief Commercial Officer produsen FiberCreme, menegaskan, "Hidup sehat semestinya tetap bisa dinikmati, termasuk lewat momen olahraga bersama."
Di Balik Tren, Penyakit Kronis Mengintai Anak Muda
Kesadaran ini punya alasan yang tidak ringan. Jurnas mengutip data epidemiologi yang mencatat lonjakan penyakit tidak menular pada Gen Z dan milenial. Gaya hidup sedenter, stres tinggi, dan pola makan kurang seimbang menjadi pemicunya. Diabetes tipe 2 akibat tingginya konsumsi minuman manis, GERD, obesitas, hingga hipertensi dini kini kian umum. Computer vision syndrome ikut menyerang mereka yang berjam-jam menatap layar.
Karena itu, olahraga menjadi langkah awal membentengi diri. Namun rajin lari belum tentu berarti seseorang mengenal kondisi tubuhnya. Beberapa gangguan kesehatan berkembang tanpa gejala yang terasa. Reskia Dwi Lestari, Marketing Communications Manager Prodia, mengajak masyarakat memperluas makna flexing lewat kampanye #FlexYourHealth. Ia meminta orang menilai "seberapa baik kita memahami kondisi tubuh sendiri". Pemeriksaan kadar gula, kolesterol, tekanan darah, dan fungsi organ sama pentingnya dengan catatan pace.
Olahraga dan cek kesehatan membantu menekan risiko, tetapi tidak menjamin seseorang terbebas dari penyakit. Siapa pun yang punya riwayat penyakit jantung, hipertensi, atau keluhan sendi sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum menaikkan intensitas latihan.
Hidup Sehat Tak Harus Mahal dan Berat
Tren ini juga tidak menuntut semua orang berlari maraton. Tribunnews menyebut micro-workout, yakni gerak 5 sampai 10 menit beberapa kali sehari, makin diminati. Kebiasaan mindful eating, seperti mengurangi makan sambil menggulir layar ponsel, ikut menguat. Inforadar menambahkan bahwa wellness kini mencakup kualitas tidur, kesehatan mental, pola makan, dan hubungan sosial.
Dokter Ikhsanuddi Qothi, yang aktif mengedukasi di media sosial, menilai tren olahraga ini patut diapresiasi, menurut CNN Indonesia. Ia menyebut manfaat lari terasa pada tubuh dan pikiran. Meski begitu, menjaga konsistensi tetap menjadi tantangan terbesar bagi banyak orang.
Momentum berikutnya sudah menunggu. Popbela melaporkan Guardian Run 2026 berlangsung pada 15 November 2026 di Gelora Bung Karno, Jakarta, dengan target 10 ribu pelari.
Pada akhirnya, pergeseran dari flexing barang mewah ke healthy lifestyle bukan sekadar soal gaya. Bagi banyak anak muda, ini cara mengganti rasa ingin dilihat dengan rasa ingin sehat. Selama pencapaian itu disertai pemeriksaan tubuh dan kebiasaan yang terjaga, tren ini berpeluang bertahan lebih lama dari musim konten.