Para pemain timnas bola tangan Indonesia berselebrasi di podium IHF Trophy 2026 di Chonburi, Thailand. Tim putra membawa pulang perak dan perunggu dari turnamen 21–25 Oktober 2026 tersebut, menurut PB ABTI.
Kontingen Merah Putih menutup IHF Trophy 2026 dengan dua medali di leher. Tim junior putra meraih perak, sedangkan tim youth putra mengamankan perunggu. Turnamen berlangsung di Chonburi, Thailand, pada 21–25 Oktober 2026, seperti dilaporkan ANTARA.
Ketua Umum PB Asosiasi Bola Tangan Indonesia (ABTI), Zulfydar Zaidar Mochtar, menyampaikan apresiasinya. "Kami menghargai perjuangan para atlet yang tampil di IHF Trophy," ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (27/10/2026). Ia menyebut tim youth membawa perunggu dan tim junior membawa perak.
Bagi pembaca yang baru mengenal cabang ini, bola tangan mempertemukan dua tim dengan tujuh pemain di setiap sisi. Mereka berebut mencetak gol dengan melempar bola ke gawang lawan. Skor tinggi menjadi ciri permainan ini, seperti terlihat dari hasil di Chonburi.
Federasi Bola Tangan Internasional (IHF) menjalankan program IHF Trophy untuk membantu federasi nasional membangun fondasi tim. Program itu juga membina pelatih dan wasit, menurut keterangan di situs resmi IHF. Daftar kompetisi IHF pada 2026 memuat kategori youth putra U18 dan junior putra U20.
Final Pahit Menghadapi Tuan Rumah Thailand
Tim junior putra Indonesia menembus partai final, lalu menyerah dari tuan rumah Thailand dengan skor 31-37. Skuad Merah Putih mencetak 31 gol, tetapi tertinggal enam gol dari lawan. Kekalahan itu menutup jalan menuju medali emas.
Zulfydar tidak menutupi kerasnya persaingan. Ia mengakui Thailand dan Vietnam sebagai lawan kuat bagi Indonesia di level ini. Menurutnya, medali perak menjadi catatan penting bagi para pemain.
Catatan itu juga berlaku bagi seluruh Pengurus Provinsi (Pengprov) ABTI di Tanah Air. Kalah di final selalu terasa getir bagi atlet muda yang sudah menempuh perjalanan jauh. Namun medali perak membuktikan mereka mampu bertarung melawan tuan rumah sampai partai puncak.
Tim Youth Menang Telak atas Filipina
Tim youth putra menutup turnamen dengan penampilan meyakinkan. Mereka menundukkan Filipina 48-18 pada laga perebutan tempat ketiga. Selisih 30 gol itu memastikan medali perunggu masuk ke tangan Indonesia.
Pontianak Post dan PONTV melaporkan hasil tersebut sebagai penutup manis bagi tim youth. Bagi PB ABTI, kemenangan besar itu menjadi dorongan agar pembinaan usia muda terus berjalan. Para pemain muda kini punya modal pengalaman bertanding di level internasional.
Tim Putri Bersiap di IHF Nations Trophy Zona I-B
Sorotan kini bergeser ke tim putri Indonesia. Mereka akan tampil di IHF Nations Trophy Asia Zona I-B pada 27–31 Oktober 2026. Panitia menggelar turnamen itu di Chonburi, Thailand, menurut keterangan PB ABTI.
IHF memperkenalkan IHF Nations Trophy sebagai kompetisi senior baru untuk mengembangkan bola tangan di setiap kawasan. Zulfydar berharap hasil tim putra menjadi pelecut bagi tim putri. Ia ingin tim putri keluar sebagai juara.
Zulfydar juga mengingatkan sebuah modal penting. Saat berlaga di kategori junior tahun lalu, para pemain putri sudah mengalahkan Vietnam dan Thailand. Namun lawan yang sama kembali menjadi ancaman di Chonburi.
Penguatan mental bertanding dan evaluasi menyeluruh menjadi kunci, menurut Zulfydar, seperti dikutip PONTV. Tim putri tidak bisa hanya bergantung pada semangat dari medali rekan-rekan putra. Mereka harus menerjemahkannya menjadi permainan yang disiplin di lapangan.
Dorongan bagi Pembinaan di Daerah
Zulfydar berharap capaian di Thailand menggugah seluruh Pengprov untuk membina atlet bola tangan. Pesan itu ditujukan kepada pengurus daerah yang menyiapkan pemain sejak usia muda. Bagi atlet di daerah, dua medali ini menunjukkan bahwa jalur menuju tim nasional bisa ditempuh.
Dua medali di Chonburi belum berwarna emas, tetapi memberi arah yang jelas. Para pemain putra pulang membawa catatan dan kepercayaan diri baru. Sementara itu, tim putri mulai bertanding di Zona I-B, dan publik bola tangan Indonesia menunggu kelanjutan cerita ini.