Teknologi

Energi Gelap Dilacak, Ilmuwan CHIME Tangkap Sinyal Hidrogen

Ilustrasi Energi Gelap
Ilustrasi Energi Gelap

Di balik gelap kosmos yang tampak sunyi, hidrogen purba memancarkan cahaya radio yang nyaris tak terlihat. Sinyal redup itu kini membuka jalan baru bagi ilmuwan untuk memahami energi gelap, kekuatan misterius yang mendorong percepatan ekspansi alam semesta.

Temuan ini datang dari proyek Canadian Hydrogen Intensity Mapping Experiment (CHIME). Tim peneliti berhasil mendeteksi pancaran radio hidrogen dari masa lalu alam semesta. Mengutip Space.com pada Rabu, 14 Oktober 2026, keberhasilan itu membuka metode baru untuk meneliti energi gelap. Metode tersebut dinilai lebih cepat dan menelan biaya lebih rendah.

Cara Baru Meneliti Energi Gelap Lewat Sinyal Hidrogen

Sebelumnya, tim merancang CHIME untuk menyelidiki energi gelap dan pengaruhnya terhadap perkembangan alam semesta. Namun, pemetaan hidrogen masih memerlukan pencocokan data dengan survei galaksi dari teleskop lain. Proses itu membutuhkan dana hingga jutaan dolar. Kini, deteksi sinyal hidrogen membuka jalan yang lebih hemat.

Peneliti utama CHIME, Mark Halpern, menyebut kemampuan ini sebagai teknik baru untuk menyelidiki kosmos. Menurut peneliti Universitas Toronto, Arnab Chakraborty, hidrogen merupakan unsur paling melimpah di alam semesta. Unsur itu juga menjadi bahan dasar pembentukan bintang.

Dengan hidrogen sebagai penanda, peneliti berpotensi tidak lagi bergantung pada teleskop lain untuk membandingkan hasil. Pendekatan ini memangkas waktu dan dana yang selama ini membebani proyek pemetaan kosmos. Efisiensi tersebut berpotensi membuka peluang bagi lebih banyak tim untuk ikut meneliti energi gelap.

Mengapa Energi Gelap Begitu Penting bagi Kosmologi

Pancaran radio redup dari hidrogen berfungsi sebagai penanda kosmik. Sinyal itu membantu ilmuwan memetakan persebaran materi di berbagai wilayah alam semesta. Energi gelap sendiri menjadi salah satu misteri terbesar dalam kosmologi. Para peneliti memperkirakan energi ini menyumbang sekitar 68 persen dari seluruh kandungan energi dan materi alam semesta.

Masa Depan Alam Semesta: Big Rip atau Big Crunch?

Ilmuwan terus meneliti sifat energi gelap dan pengaruhnya setelah ekspansi akibat Big Bang. Pemahaman ini penting untuk memperkirakan masa depan alam semesta. Jika kekuatannya terus meningkat, alam semesta berpotensi berakhir dalam skenario Big Rip. Skenario itu menggambarkan struktur kosmik yang terurai akibat ekspansi yang semakin cepat.

Sebaliknya, energi gelap yang melemah akan membiarkan gravitasi kembali mendominasi. Dalam kondisi itu, alam semesta dapat mengalami keruntuhan yang dikenal sebagai Big Crunch.

Temuan CHIME belum menjawab seluruh teka-teki energi gelap. Namun, sinyal hidrogen yang redup memberi ilmuwan alat yang lebih terjangkau untuk membaca sejarah kosmos. Bagi para peneliti yang selama ini mengejar jawaban di balik gelapnya alam semesta, jalan itu terasa lebih dekat.