Olahraga

Inter vs Fiorentina: Nerazzurri Menang Dramatis 2-1 Dua Gol Injury

Inter Milan vs Fiorentina, 2- 1
Inter Milan vs Fiorentina, 2- 1

Inter Milan vs Fiorentina berakhir dramatis 2-1 pada Minggu (25/10/2026) di Stadion Giuseppe Meazza. Marcus Thuram dan Piotr Zielinski mencetak dua gol pada injury time untuk membalikkan keadaan sekaligus membawa Nerazzurri kembali ke puncak klasemen Liga Italia.

Laga Inter Milan vs Fiorentina nyaris berakhir sebagai malam pahit bagi tuan rumah. Fiorentina unggul 1-0 melalui tembakan spektakuler Alex Jimenez pada menit ke-65, sementara serangan Inter berulang kali gagal menembus kewaspadaan David de Gea.

Namun, mentalitas Nerazzurri tidak runtuh. Marcus Thuram menyamakan kedudukan pada menit ke-91, sebelum Piotr Zielinski mengubah skor menjadi 2-1 lewat eksekusi penalti pada menit ke-98. Kemenangan ini membuat Inter tetap tak terkalahkan di Serie A musim ini.

Dominasi Inter Belum Berbuah Gol

Sejak awal pertandingan, Inter mengambil kendali penguasaan bola. Fiorentina justru mendapat peluang pertama lewat tendangan bebas Franco Mastantuono pada dua menit awal, tetapi sepakannya masih bisa dipatahkan lini pertahanan Nerazzurri.

Inter kemudian menekan lewat pergerakan Marcus Thuram dan Pio Esposito. Umpan silang dari sayap kanan disambut Esposito dengan sundulan, namun De Gea tampil sigap menyelamatkan gawang Fiorentina.

Thuram juga nyaris membuka keunggulan setelah menusuk ke kotak penalti. Tembakannya yang keras kembali dihalau penjaga gawang berusia senior itu, sehingga babak pertama ditutup tanpa gol.

Memasuki babak kedua, tekanan Inter semakin meningkat. Carlos Augusto mengirim umpan silang dari sisi kiri dan Thuram menyambutnya dengan tembakan. Sayangnya, De Gea masih mampu menepis bola hingga melewati mistar gawang.

Gol Spektakuler Alex Jimenez

Fiorentina justru mencetak gol pada menit ke-65. Alex Jimenez melepaskan tembakan kaki kanan dari luar kotak penalti yang melengkung indah dan menembus sudut atas gawang Inter.

Bola melewati Carlos Augusto sebelum masuk ke gawang Ivan Provedel. Gol tersebut membuat Fiorentina unggul 1-0 dan menempatkan tim tamu selangkah lebih dekat ke kemenangan pertama mereka dalam empat laga terakhir.

Inter sempat memprotes ketika Thuram terjatuh di kotak penalti setelah duel dengan Viery. Wasit Maurizio Mariani memutuskan laga berlanjut, sehingga Nerazzurri harus terus mencari gol penyeimbang lewat permainan yang lebih sabar.

Peluang tetap mengalir. Sundulan Thuram berhasil diamankan De Gea, sementara sepakan bebas Hakan Calhanoglu disambut Augusto, tetapi bola masih melebar. Fiorentina pun hampir menggandakan keunggulan lewat serangan balik Gnonto, yang tembakannya ditepis Provedel.

Thuram dan Zielinski Balikkan Keadaan

Drama dimulai ketika waktu tambahan berjalan. Kerja sama Andy Diouf dan Thuram di kotak penalti akhirnya membuahkan hasil. Sodoran pendek Diouf disambut Thuram dengan tembakan mendatar yang membentur tiang sebelum masuk ke gawang.

Gol pada menit ke-91 itu menyamakan skor 1-1 dan membangkitkan semangat Inter. Hanya beberapa menit kemudian, Thuram kembali menjadi sosok kunci setelah ditarik kausnya oleh Victor Valdepenas di dalam kotak penalti.

Wasit langsung menunjuk titik penalti. Piotr Zielinski, yang masuk menggantikan Calhanoglu pada menit ke-78, maju sebagai eksekutor. De Gea membaca arah tembakan, tetapi bola meluncur terlalu deras dan masuk ke gawang.

Situs resmi Inter menyebut kemenangan ini sebagai bukti ketahanan tim dalam menghadapi tekanan. Pelatih Cristian Chivu menilai situasi sulit justru memperkuat karakter anak asuhnya.

“Ketidakadilan membuat kami semakin kuat,” ujar Chivu usai laga, sebagaimana dikutip Yahoo.

Di sisi lain, pelatih Fiorentina Paolo Vanoli tetap menilai timnya menunjukkan perkembangan meski harus pulang tanpa poin.

“Kami harus tetap mengangkat kepala,” kata Vanoli, seperti dilansir Yahoo.

Dampak ke Klasemen Liga Italia

Hasil ini membuat Inter mengumpulkan 22 poin dari delapan pertandingan dan menyamai Lazio di puncak klasemen Serie A. Nerazzurri kini mencatat tujuh kemenangan dan satu hasil imbang, tanpa kekalahan sepanjang musim.

Sebaliknya, kekalahan menyakitkan itu membuat Fiorentina semakin tertekan. La Viola bertahan di posisi ke-18 dengan empat poin dan masih terjebak di zona degradasi.

Inter Milan membuktikan bahwa perbedaan antara kekalahan dan kemenangan bisa ditentukan di menit-menit terakhir. Thuram menjadi motor serangan dengan satu gol dan satu penalti, sementara Zielinski menutup drama dengan ketenangan di titik penalti.

Bagi Fiorentina, laga ini menjadi pelajaran berat. Keunggulan yang sudah di tangan menguap dalam hitungan menit, dan tekanan di klasemen kian besar bagi tim besutan Paolo Vanoli.