Teknologi

Asus UGen B70 Bebaskan Pengembang dari Cloud, Memori 32 GB

Asus UGen B70
Asus UGen B70

Asus UGen B70, kartu akselerator AI berbasis Intel Arc Pro dengan memori 32 GB, mulai dikenalkan pada awal November 2026. Kartu ini menyasar pengembang, pelaku usaha, dan perusahaan yang ingin menjalankan model AI di komputer sendiri tanpa bergantung pada cloud.

Tek ID melaporkan pada Senin, 2 November 2026, bahwa Asus UGen Intel Arc Pro B70 memakai memori GDDR6 32 GB. Memori itu membawa teknologi error-correcting code (ECC) yang mendeteksi dan memperbaiki kesalahan data. Fungsinya menjaga keandalan pemrosesan AI. Konsumsi daya kartu ini mencapai 310 watt.

Bagi pembaca awam, anggap saja memori kartu sebagai meja kerja. Makin luas mejanya, makin banyak bahan yang bisa digelar sekaligus tanpa bolak-balik ke laci.

Asus menjelaskan bahwa memori kartu yang terbatas memaksa sistem memindahkan sebagian data ke memori utama komputer. Kondisi itu berpotensi menurunkan kecepatan pemrosesan AI secara signifikan. Kapasitas 32 GB menjadi jawaban Asus atas masalah itu.

Berikut angka kunci yang Asus sampaikan:

  • Satu kartu: sebagian besar model di bawah 27 miliar parameter, tergantung konfigurasi dan kebutuhan memori.
  • Konteks panjang: hingga 128.000 token saat menjalankan Llama 3.1 8B.
  • Dua kartu: total memori grafis 64 GB, dengan model kelas 80 miliar parameter diklaim mencapai 43,4 token per detik pada pengujian tertentu.
  • Empat kartu: kapasitas gabungan hingga 128 GB.

Token adalah potongan teks yang dibaca model AI, sehingga konteks 128.000 token memungkinkan dokumen panjang diproses dalam satu rangkaian tugas.

Menjalankan AI Lokal Tanpa Cloud: Model dan Perangkat Lunak

Pemicunya adalah lonjakan kebutuhan komputasi untuk large language model (LLM), yaitu model bahasa besar di balik chatbot, serta agentic AI. Dalam agentic AI, beberapa agen bisa bekerja bersamaan menyelesaikan tugas. Kebutuhan memori ikut naik ketika percakapan dan dokumen yang diproses makin panjang.

Kartu ini, menurut Asus, telah diuji dengan banyak keluarga model. Daftarnya mencakup Llama, Qwen, DeepSeek-R1 Distill, Mistral, dan Mixtral. OpenAI gpt-oss, Whisper, serta InternVL turut tercantum.

Dari sisi perangkat lunak, kartu ini mendukung Intel LLM Scaler, vLLM XPU, llama.cpp, Ollama, Intel OpenVINO, PyTorch XPU, dan ComfyUI. ComfyUI berguna untuk pembuatan gambar berbasis AI. Pengembang bisa memanfaatkannya untuk chatbot internal, pemrosesan dokumen, transkripsi suara, hingga pembuatan konten visual.

Siapa yang Disasar Asus dan Mengapa Data Lokal Penting

Tiga kelompok pengguna menjadi bidikan Asus: pengembang AI independen, usaha kecil dan studio kreatif, serta tim AI di perusahaan besar. Untuk pengembang independen, memori 32 GB menawarkan ruang lebih besar dibanding kartu grafis kelas umum berkapasitas 16 GB.

Pelaku usaha bisa memakai konfigurasi dua kartu untuk membangun sistem AI internal tanpa mengirim seluruh data ke layanan cloud. Organisasi yang mengelola informasi sensitif, seperti sektor hukum, kesehatan, pemerintahan, dan keuangan, juga menjadi sasaran pendekatan ini. Dengan AI lokal, perusahaan memegang kendali lebih besar atas lokasi penyimpanan dan pemrosesan data.

Namun, AI lokal bukan jaminan otomatis aman. Keamanan dan kepatuhan tetap bergantung pada pengaturan sistem serta kebijakan masing-masing organisasi. Sistem multi-kartu, menurut Asus, berpotensi mengurangi ketergantungan pada biaya langganan API cloud dalam jangka panjang. Manfaat itu terutama relevan bagi organisasi dengan kebutuhan pemrosesan AI tinggi.

Agent Computer dan Arah Baru Komputasi AI Asus

Konsep Agent Computer, yaitu komputer yang dirancang menjalankan agen AI secara lokal, menjadi rumah bagi kartu ini. Penggunaannya terbuka lewat sistem lokal, cloud, maupun kombinasi keduanya.

Langkah ini sejalan dengan arah Asus di Computex 2026. Siaran pers ASUS menyebut perusahaan memperkenalkan ProArt P16 dan P14 bertenaga NVIDIA RTX Spark, plus asisten AI Zenni Claw. Pelita Digital mencatat klaim performa AI hingga 1 petaflop dan memori terpadu hingga 128 GB pada platform tersebut. Penjualan perangkat ProArt dijadwalkan mulai musim gugur 2026 di sejumlah wilayah.

Bedanya, UGen B70 berupa kartu akselerator untuk komputer atau workstation, sedangkan lini ProArt berupa laptop dan mini PC. Kedua jalur itu memperlihatkan Asus menjajaki lebih dari satu platform chip untuk AI lokal.

Harga dan Ketersediaan Asus UGen B70 di Indonesia

Berdasarkan sumber yang tersedia, Asus belum mengungkapkan harga resmi maupun jadwal ketersediaan di Indonesia. Calon pembeli bisa memantau situs resmi atau perwakilan ASUS setempat.

Pembaca juga perlu mencatat bahwa angka seperti 43,4 token per detik merupakan klaim Asus dari pengujian tertentu. Pengujian independen belum tampak dalam sumber yang kami telusuri.

Pada akhirnya, Asus UGen B70 menjawab kebutuhan nyata pengembang dan pelaku usaha yang ingin menjalankan AI di perangkat sendiri. Ruang bekerja yang lebih lega kini terbuka bagi mereka berkat memori besar. Sebelum membeli, mereka tetap perlu menunggu harga resmi dan uji independen.

Sumber: Tek ID (2/11/2026), siaran pers ASUS Computex 2026, Pelita Digital. Diperbarui 7 November 2026.