Pejabat kementerian AS Harmeet Dhillon mengundurkan diri pada 5 November 2026, menjelang pasca pemilu sela AS yang berakhir dengan kekalahan Partai Republik. Presiden Donald Trump menerima pengunduran diri itu melalui pernyataan Jaksa Agung Todd Blanche.
Pejabat kementerian AS, Harmeet Dhillon, resmi mengundurkan diri dari jabatan Asisten Jaksa Agung untuk Divisi Hak Sipil pada Kamis, 5 November 2026. Langkah itu menjadikannya pejabat senior pertama yang meninggalkan pemerintahan Donald Trump setelah Partai Republik mengalami kekalahan besar dalam pemilu sela AS.
Jaksa Agung Todd Blanche mengumumkan penerimaan pengunduran diri Dhillon melalui unggahan resmi. Ia menyebut Dhillon telah memimpin Divisi Hak Sipil Kementerian Kehakiman AS selama 18 bulan.
“Hari ini, saya menerima pengunduran diri Asisten Jaksa Agung Harmeet Dhillon, yang memimpin Divisi Hak Sipil dengan keyakinan selama 18 bulan terakhir,” kata Blanche, seperti dilansir ABC News.
Blanche juga menilai Dhillon telah membela kebebasan sipil setiap warga Amerika Serikat dan menegakkan hukum tanpa takut atau pilih kasih. Ia menyampaikan terima kasih atas dedikasi Dhillon serta mendoakan kesuksesan langkah berikutnya.
Pengunduran diri pejabat kementerian AS
Dalam surat pengunduran dirinya kepada Presiden Donald Trump, Dhillon menyatakan telah memberi tahu Kepala Staf Gedung Putih Susie Wiles sejak Oktober bahwa ia berencana meninggalkan pemerintahan.
“Saya mengundurkan diri tiga minggu lalu, dan Susie meminta saya untuk menunggu hingga setelah pemilu sela,” ujar Dhillon kepada Fox News, sebagaimana dikutip The Independent.
Dhillon menegaskan keputusannya tetap konsisten dengan pembicaraan tersebut. Ia menulis bahwa melayani Trump dan pemerintahannya merupakan kehormatan terbesar dalam hidupnya.
“Melayani Anda dan pemerintahan Anda adalah kehormatan terbesar dalam hidup saya. Terima kasih telah memberi saya kesempatan ini,” tulis Dhillon dalam surat pengunduran dirinya.
Menurut Reuters, Dhillon akan kembali ke firma hukum yang ia dirikan, Dhillon Law Group, di California. Ia juga menyatakan akan terus memperjuangkan negaranya di tahun-tahun mendatang.
Konteks pemilu sela AS
Pengunduran diri Dhillon terjadi hanya beberapa hari setelah pemilu sela AS pada 3 November 2026. Hasil pemilu menempatkan Partai Demokrat kembali menguasai kedua kamar Kongres, menurut laporan Associated Press.
Kekalahan itu menimbulkan tekanan politik baru bagi pemerintahan Trump. Sejumlah pejabat senior mulai dievaluasi posisinya, sementara Gedung Putih menghadapi pertanyaan mengenai arah kebijakan setelah hasil pemilu.
Dhillon dikenal sebagai sekutu lama Trump. Ia menjabat sejak April 2025 dan memimpin perubahan besar pada Divisi Hak Sipil Kementerian Kehakiman AS, yang bertugas menegakkan undang-undang anti-diskriminasi.
Di bawah kepemimpinannya, divisi tersebut menempatkan isu integritas pemilu sebagai prioritas. Dhillon mengawasi upaya memperoleh daftar pemilih dari sejumlah negara bagian untuk dibandingkan dengan basis data kewarganegaraan federal.
Langkah yang menuai perhatian
Menjelang pemilu, Divisi Hak Sipil menggugat 30 negara bagian dan Washington, D.C., agar menyerahkan daftar pemilih. Namun, sejumlah pengadilan federal menolak tuntutan tersebut.
Laporan The Detroit News menyebut 27 dari gugatan tersebut ditolak pengadilan. Bahkan, sejumlah hakim yang ditunjuk Trump turut menolak tuntutan atas data pemilih tersebut.
Dhillon juga menyiagakan sekitar 1.000 pengawas pemilu di berbagai wilayah Amerika Serikat. Ia menyebut langkah itu sebagai upaya pemantauan pemilu terbesar dalam sejarah Kementerian Kehakiman AS.
“Integritas pemilu telah menjadi salah satu prioritas utama pemerintahan ini dan divisi ini,” kata Dhillon dalam pernyataan menjelang hari pemungutan suara.
Meski demikian, tidak ada laporan resmi mengenai penipuan pemilu yang meluas dari penyebaran pengawas tersebut. Kondisi itu menambah sorotan pada divisi yang dipimpin Dhillon menjelang pengunduran dirinya.
Trump dan respons pemerintahan
Presiden Donald Trump belum memberikan pernyataan panjang mengenai kepergian Dhillon. Namun, penerimaan pengunduran diri melalui Jaksa Agung Blanche menunjukkan pergantian tersebut telah disetujui di tingkat tertinggi pemerintahan.
Trump sebelumnya memuji Dhillon saat menunjuknya pada 2024. Ia menyebut Dhillon sebagai salah satu pengacara pemilu terbaik di Amerika Serikat dan pejuang hak konstitusional.
“Harmeet adalah salah satu pengacara pemilu terbaik di negara ini, yang berjuang memastikan hanya suara sah yang dihitung,” kata Trump dalam pernyataan penunjukan Dhillon, dikutip The Independent.
Kepergian Dhillon menandai awal gelombang perubahan di pemerintahan Trump pasca pemilu sela. Perhatian kini tertuju pada pejabat senior lain yang mungkin mengikuti langkah serupa dalam waktu dekat.
Bagi pemerintahan Trump, pengunduran diri ini bukan sekadar pergantian jabatan. Peristiwa tersebut menjadi sinyal awal penyesuaian politik dan birokrasi setelah rakyat Amerika Serikat memberikan penilaian pada pemilu sela 2026.